“Hai bro,..” Seorang
cowok menyapa temannya
“Sialan lo,
Gue cewek, bego!” Rara mendelikkan matanya
“Eits, nyantai, nama lo aja yang cewek!, tapi.. “
mata cowok itu melihat penampilan rara dari bawah keatas” nggak nyadar lo? Gaya
lo kayak cowok gitu!”
“Awas lo ry! Woi jangan lari!” kata rara sambil
berlari mengejar cowok tadi
“katanya lo cewek! Jelas nggak mungkin lo bisa
nyusul gue! Jadi cowok dulu sana, baru lo bisa ngejar gue!” kata harry sambil
tetap berlari
“harry!!!!! Dasar lo ya!” teriak rara ketika harry
udah jauh didepan
Brukk ,..... harry menabrak
seseorang “ sory sory gue lagi buru-buru nih “ tanpa berniat
membantu korbannya harry berlari lagi (nggak nyadar ya kalau yang ditubruk itu
cewek cantik?kulit putih, tinggi, muka-muka pinter lagi!)
“ hei ry, gila lo ya! Nabrak orang nggak dibantui!”
rara berhenti buat ngebantu korbannya harry membereskan buku-bukunya “maafin
temen gue ya? Dia rada gila !”
“nggak apa-apa, lagian dia kayaknya lagi buru-buru
gitu” kata sicewek yang ditbrak harry
“kayaknya gue
belum pernah ngeliat lo deh! Lo nak baru ya?
“iya, namaku Yoona” katanya sambil menyodorkan
tanggannya
“gue Rara” kata rara sambil menyambut tanggan yoona
“lo kelas mana?”
“kelas 11E” kata yoona sambil berjalan
“sama dong sama gue! Orang yang nabrak lo tadi juga
kelas 11E” kata rara mengikuti langkah yoona
In the class
“ketemu lo ya!” rara menarik rambut harry yang
keriting
“dasar cewek! Hobinya narik-narik rambut orang!
Sakit tau!!” harry marah-marah karena rambut kesayangannya ditarik-tarik rara
“awas aja kalau lo nyebut-nyebut kalau gue cowok,
gue lurusin rambut lo!” rarapun berhenti menariki rambut harry “sana minta maaf
ke yoona!”
“yoona siapa?” harry bingung
“cewek yang tadi lo tabrak!” rara menarik baju harry
agar cepet minta maaf ke yoona “tu anaknya yang duduk di depan”
“woow cewek cakep itu?” tannya harry
“iyalah terus siapa?” kata rara kesal
Setelah harry pergi nial menghampiri rara
“jahat lo ra, ada cewek cantik nggak lo kenalin ke
gue, tapi malah lo kasiin ke si haryy” kata nial dideket kuping rara
“NIALLL! Kuping gue bisa budeg tau!”rara mengusap-
ngusap kupingnya
Nial pun pindah tempat disebelah rara “habis lo
jahat banget, gue masih jomblo nih!”
“terus gue bilang Woow gitu?” rarapun manyun
“kalau lo nggak mau ngenalin gue ke dia gue sumpahin
lo dapet cowok yang jengotan!” niall mengecak-acak rambut rara
“gue nggak peduliiiii!” rara kesal
Seorang guru yang baru masuk kaget karena mendengar
teriakan rara dan membentak rara
“kirana!! ini kelas bukan pasar!!” guru itu
membentak rara dan melihat kesekeliling “Cepat kembali ke tempat duduk kalian
masing-masing, kita kedatangan murid baru...”
........ in
canteen
“Ra, harry anaknya lucu ya?”kata yoona
“hah lucu? Anak macam gitu sih bukan lucu tapi rese’”rara masih marah
dengan kejadian tadi
“hahaha kenapa sih marah sama hary?” tannya yoona setelah
mereka nemuin tempat kosong
“iyaiyalah gue marah, guekan cewek masa’ dibilang
cowok?”
“udah-udah ra, sabar.Sebenarnya disekolahku yang
lama aku nggak punnya temen cewek lo, temenku cowok semua” kata yoona nggak
bermaksud menyindir rara
“jadi lo juga pikir gue cowok? Gue cewek yoona!!”
kata rara tersinggung
“bukan gitu maksudku ra,.tapi,...”
Tiba-tiba ada segerombolan cewek datang mendekat
“hallo prince,..!” kata seorang cewek “nanti kita
pasti nonton latian lo” kemudian cewek-cewek itu pergi neninggalkan kantin
“ehm, mereka tadi manggil kamu prince? Aku nggak
salah denger kan?” kata yoona bingung
“yon, aku capek tiap hari aku selalu dipanggil
prince-lah,cowok-lah aku cewek beneran lo!!!” kata rara dengan muka melas
“iya tapi kamu kenapa dipanggil prince?” kata yoona
masih penasaran
“gue jago karate, dan gue nggak suka ada cowok yang
suka ngeganggu cewek, jadi tiap cowok yang ngeganggu cewek pasti gue hajar,
jadi mereka ngerasa berterima kasih gitu!” kata rara #Alay
“itukan perbuatan baik, jadi panggilan prince itu pujuan” kata yoona
menyemangati
“udah-ah nggak usah dibahas oh ya nanti sore lo
wajib liat latian basket gue!” kata rara mengalihkan pembicaraan
“hei ra!aku punnya ide, sebelum kamu berangkat
latian kamu harus jemput aku, nanti aku sms alamatnya ok?” kata yoona
bersemangat “udah ya ra, nanti ketemu dikelas, aku mau nyusul hary nih di ruang
musik, aku udah janji” yoonapun meninggalkan rara dalam beribu-ribu pertannyaan
“woi ra! Siapa tuh cewek? Temen lo?” kata seorang
kakak kelas, yang juga senior tim basket rara
“iya kak, nanti jam berapa kak?” tanya rara
“jam 3, oh ya nanti juga ada latian nak ekskul
musik, ada si liam lho”
“apaan sih kak” kata rara malu-malu, keluar deh
sifat ceweknya
“hahahaha nanti kenalin ya sama cewek tadi”
“kak zayn!!!! Nanti kubilangi harry lho, harry kan
kayaknya suka yoona, jadi kakak nggak pnnya kesempatan!!” kata rara sambil
memeletkan lidahnya
“dasar!!” kak zaynpun mengacak acak rambut adik kelas yang paling
diasukai “rara-rara, lo tuh cewek paling cantik!” kata kak zayn didalam hati
In yoona’s house
“dasar yoona! Lo nggak nyadar ngasih alamat palsu?”
kata rara sebel
“sory sory perasaanku
nomer rumahku 56 bukan 50 ra, aku lupa!”kata yoona menyesal
“rumah sendiri nggak hafal, gimana sih lo?” rara
masih nggak terima. Tadi dia salah masuk rumah, untung rara nggak langsumg
masuk rumah itu, kalau iya bisa malu seumur hidup dia!
“udah ah nggak usah dibahas.Aku udah mikirin apa
yang harus kamu lakukan, aku diberitahu harry kalau kamu lagi suka sama kakak
kelas kita yang namanya liam, aku juga tau kalau nanti siliam bakalan latian
juga, so, kamu harus dan wajib dandan jadi cewek biar kamu bisa deket si liam”
yoona sangat bersemangat menceritakan rencananya, bahkan dia nggak sadar
perubahan ekspresi rara
“STOP yoon, lo diberitau harry kalau gue naksir kak
liam? AWAS LO HARRY gue lurusin rambut lo!!!! Yon gue nggak mau kelakuin
rencana gila lo!” teriak rara
“ra, jangan teriak-teriak nanti tetanggaku bisa
ngeguyar kita pakai air, pelanin sedikit suaramu. Tapi benerkan kata harry
kalau lo suka sama,..”
“stop yoon gue nggak mau bahas” rarapun menurunkan
nada suaranya
“tapi ra gue denger kak liam lagi dideketin sama
fefe , kamu harus ngedeketin kak liam dulu supaya nggak kalah sama fefe “ yoona
masih ngotot agar rara mau nuruti rencananya
“sekali nggak tetep nggak” rara masih tetap
pendirian
“rara please,... aku udah susah-susah mikirin ini”
muka yoonapun semakin memelas
“yoona jangan paksa gue!” muka rarapun ikut-ikut
memelas”Gue nggak pantes makek gitu-gituan”
“kamu belum nyoba ra,...” Innoncement muka yoonapun muncul
“yoona muka lo sok imut!!” kata rara sambil
memalingkan muka”oke gue mau! Tapikali ini aja oke?”
“oke”yoonapun menunjukan senyum sumringahnya
“eits,..jangan seneng dulu, lo wajib nraktir gue
nanti!wajib!”
“bisa diatur!”yoonapun sibuk mencari pralatan make
upnya. Mulailah aksi yoona, rambut rara yang panjangnya sebahu yang awalnya
digerai sekarang dikepang satu
“yoona!! gue keliatan kayak anak SD!” kata rara
berusaha melepaskan ikatan yoona
“udah! Kamu diem aja!” Yoonapun melanjutkan. Muka
rara diberi bedak tipis, bibir rara diberi lipgloss
lemon “oke sekarang cukup kayak gini aja! Kapan-kapan gue lanjutkan”
“gue udah bilang yon ini pertama dan terakhir!” rara
nggak berhenti protes
“kamu tadi nggak bilang begitu!” kata yoona sambil
menyeret rara kedepan kaca
“Wow ini gue?” kata rara takjub, wajahnya beda
bangeetttt
“gue bilang apa?” kata yoona bangga
“Yoona!!!!!masa’ gue latihan basket kayak gini?”
muka rarapun agak memerah
“pantes kok” yoona pun mengambil tasnya dan tas rara
“yuk kesekolah, jam tiga kan?” yoonapun menarik rara keluar. Hahahahaha, wajah
rara merah baget
at 15.00 pm
“hai Zayn, Rara” sapa liam “wow
rara? You look different”puji Liam
“makasih kak” jawab rara malu-malu
“udah dulu ya, gue mau keruang
musik” kata liam sambil berlalu
“berhasil lo ra” kata zayn salut
“apaan
sih kak!, ayo cepet kita udah ditungguin tuh!” rarapun menarik lengan zayn.
Zaynpun hannya bisa tersenyum
Latihanpun dimulai. Awalnya Para cewek-cewek
pengemar rara bingung ngeliat dandanan idola mereka, tapi mereka cuek dan tetap
meneriaki rara agar semangat, tapi rara malah blank, panggilan itu malah membuatnya risih. Yoona nggak keliatan
dimana-mana, mungkin dia lagi nonton latihannya siHarry “ hampir gue lupa! Gue
harus lurusin rambut siHarri! Awas lho harry” pikir rara dalam hati
Pukul 17.00 acara latihanpun selesai.Satu persatu anggota
tim basket cowok dan cewekpun pergi meninggalkan sekolah.Rara dan Zayn menuju
ruang musik. Para cewek-cewek tadipun telah pergi berssama gebetan mereka
masing-masing
“HARRY!tunggu lo!” teriak rara ketia harry akan
kabur begitu melihatnya
Rarapun memulai kebiasaannya ketika sedang kesal
dengan harry”menariki rambut kriting harry”
“ADUH ra! Sakit!” teriak harry “ampun ra!!”
“rara lepasin rambut harry, kasihan tuh”kata yoona
ikut membela harry. Zayn pun hannya tertawa melihat mereka
“jangan ikut campur yoon! tiada kata ampun buat
dia!” rara malah semakin semangat menarik rambut harry
“Eh.... rara lo lagi gapain?” tannya liam ketika dia
baru keluar dari ruang musik, dia bingung melihat pemandangan yang nggak lazim
“eh kak liam, rara nggak lagi ngapa-ngapain kok!” otomatis
tangan rara melepaskan rambut harry
“sakit ra!” kata harry sambil mengelus-ngelus
rambutnya
“jahat banget sih rara, tuh lihat harry sampai
kesakitan gitu” kata yoona. Rarapun hannya meringgis
“hahahahahhaahhaha”liampun tertawa, rarapun semakin
salah tingkah
“eh ra, lo jadi.... “kata-kata zayn terputus karena
tiba-tiba liam menyela
“ra lo mau pulang breng gue?”ajak liam
“eh, rara mau kok! Ra gue bareng harry aja, kak zayn
juga masih ada urusan kn?”kata yoona sambil menarik dua lelaki tersebut. Wajah
Zayn kelihatan kecewa.
“nggak ngerepotin kan kak?” tannya rara. Liampun
hanya tersenyum
In Rara’s
house yang
berada disebelah selatan kota Bandung
“maaf kak ngerepotin” kata rara setelah keluar dari
mobil liam
“siapa bilang ngerepotin ra?” kata liam sambil tetap
tersenyum
“kalau begitu hati-hati dijalan kak!, aku kedalam
dulu ya...” kata rara sambil berbalik badan
“eh tunggu ra!” kata liam memanggil rara
“iya kak?” rarapun menoleh kembali
“hari minggu ada acara?” tannya liam
Rara sedikit kaget, tapi dia pun tersenyum “nggak,
emang kenapa kak?”
“gue jemput lo ya jam 9 pagi oke?”
Rara hannya bisa mengangung
“thanks ra....gue
pergi ya...” kata liam sambil menyalakan mesin mobilnya. Rara berjalan kerumah
dengan senyum mengembang dibibirnya. Tanpa sadar ada seseorang yang dari tadi
mengawasinya......(Who is he?). Kemudian seseorang itu pergi dengan langkah
kecewa.
Setelah sampai dikamarnya rara langsung meraih hpnya
dan mencari kontak yoona, dia ingin menelepon yoona.Setelah mendengar suara yoona
rara mengucapkan: “thanks yon lo baik
banget!! Love ya!” rarapun lansung
menutup telepon dan meringkup dibalik bantalnya FUN DAY teriaknya didalam
hati. Disebrang sana yoona menerima telepon dari rara kebingunggan, tapi dia
segera tau kalau rencananya berhasil, tapi bukan itu yang terpenting. Hari ini
dia juga punya special moment dengan
harry. Yoona juga berteriak didalam
hatinya FUN DAY. Hannya 2 orang yang
nggak merasa hari ini fun Zayn dan
Nial....
Pagi ini matahari mersinar redup, tidak terlalu cerah
memang, tapi hati rara berbeda.
“Pagi yoona, harry, Eh Yon makasih ya buat kemarin”
Sapa rara ketika sampai dikelasnya “eh? Lho? Kapan kalian jadian?” rara melirik
gelang bertuliskan “I LOVE YOU” dilengan Yona dan Harry
“apa-an sih ra!”kata yoona malu
“Cie,.. cie”kata rara menggoda
“hush sana pergi ngeganggu aja!” usir harry
“kalau gue pergi yoona harus ikut sama gue!” kataku
sambil menarik tangan yoona
“eh mau kemana ra?” tanya yoona bingung
“Woi mau lo bawa kemana yoona?”terik harry syok
“udah lo ikut gue aja!”rara tetap berlari tanpa
memperdulikan hary
“rara-rara, kalau mau nraktir bilang dong!”yoonapun
duduk dikursi kantin setelah rara berhenti menyeretnya
“gue mau nagih utang lo yon!traktir gue!”rara
menagih janji yoona yang akan menraktirnya
“tapi kan gue,..” kata yoona protes
“tapi karena lo gue berhasil mau ngedate sama kak
liam, jadi janji lo gue anggap lunas!” kata rara tersenyun penuh arti
“Wow! Beneran ra? Kapan?” muka yoona menjadi secerah
bunga matahri
“hari minggu jam 9 kak liam mau jemput gue” rara
memelankan sueranya supaya tidak ada yang mendengarnya
“oke-oke jam 6 gue ke rumah mu oke?” kata yoona”
udah dulu ra gue mau balik ke tempat harry ya?” yoona berlari kecil
meninggalkan rara
Hari minggu yang ditunggu rarapun tiba....
“makasih ya yoon lo mau bantuin gue dandan!” kata
rara berterimakasih ke yoona. Rambutnya yang lurus ditata sedemikian rupa
menjadi trendy, tapi tetep sederhana.
Rara sekarang memakai baju berwarna orange, dan celana jeans panjang berwarna
hitam. Seperti dulu, dia juga memakai lipgloss
lemon
“Good luck ya ra!” kemudian mereka mendengar suara
mobil liam
Hari ini bener-bener WOWW bagi rara, hari ini mereka
pergi ke mall, main sampai puas di Trans Studio Bandung, dan tanpa disangka
liam sudah menyiapkan Candle Light Dinner
yang bener-bener romantis, disebuah taman ada banyak lilin yang membentuk
hati, ditengah-tengahnya ada meja yang dikhususkan untuk 2 orang, diatasnya
sudah terdapat makanan dan minuman.Tiba-tiba dibalik punggung liam ada sebuah
bungga mawar biru(Wow nggak biasa, tapi istimewa). Liam mengatakan mawar biru
mempresentasikan perasaan yang sulit diartikan, kemudian dia memegang kedua
tangan rara dan berkata
“Perasaan Cintaku terlalu besar buat lo ra,
sampai-sampai gue nggak bisa mengartikannya, apakah kamu mau nerima gue ra?”
Muka kak liam yang memang cekep, bertambah cakep dimata rara sekarang sampai
sampai nggak kerasa kalau dia udah menganggukkan kepala. Moment. Liampun Memeluk Rara, mereka nggak memikirkan makanan lezat
yang berada di meja itu lagi.tapi...apakah tidak terlalu cepat?
Nggak terasa Seminggu rara telah jadian dengan liam,
tapi kenapa rasanya nggak terlalu WOW? Kenapa saat dia udah jadian dengan Liam
semua sahabatnya meninggalkannya. Harry dan yoona pasangan itu sebelumnya
mendukung gue seratus persen! Tapi kenapa akhir-akhir ini mereka malah
memfitnah Liam kalau liam hannya mempermainkan gue? Apa-apa an sih mereka?.Nial
juga, kenapa dia nggak mau bicara sama gue saat dia tau kalau gue udah jadian
sama kak Liam?.Kak Zayn bahkan nggak mau nemenin gue belajar lagi.Tapi untung
tetangga baik gue masih mau nerima curhat gue, Louis selau manasehati gue kalau
mereka bersifat kayak gitu pasti beralasan, atau mereka lagi dapat masalah, bisa
sajakan?.Tapi Louis tetap aja membela mereka, yang temenya sebenarnya siapa se?.
Pagi ini cerah banget sampai-sampai bila kamu memandang
kelangit matamu akan sakit bgt#alay. Rara berrjalan menuju kelasnya.
Sesampainya dikelas dia langsung diseret harry dan yoona ke kantin
“apaan sih kalian berdua?”protes rara saat sampai
dikantin
“ra, gue pengen bilang sama lo!” kata hary sok
serius”gue sama yoona mau ngeluarin uneg-uneg kita tentang lo yang
sekarang!”Diikuti anggukan yoona
“ya kalau ngomong, ngomong aja”kata rara
“Ra, lo berubah! Lo bukan rara yang tomboy dan yang selalu semangat, lo bukan rara yang
selalu ngehajar cowok yang kurang ajar sama cewek, lo bukan rara yang suka
banget makan 5 mangkuk bakso dalam sekejap, lo bukan rara yang suka
ngejar-ngejar gue kalau lo lagi marah sama gue, lo bukan rara yang kayak dulu
ra!!”ternyata harry bisa cerewet juga ya...
“maksud lo apa ry” kata rara nggak terima
“Stop ra, jangan protes dulu kita belum selesai
ngomong” sekarang ganti yoona yang bicara”ra...please, kenapa sih kamu berubah
setelah kamu pacaran sama liam, kamu udah nggak ikut basket lagi kan?, kak zayn
sampai marah gara-gara kamu nggak mau ikutan lomba.Ra apa kamu nggak mikir
kalau liam udah merubah kamu?Liam udah merubahmu ra!!sadar ra!
“eh, bukan urusan kalian kali!stop jelek-jelekin kak
liam, kak liam nggak seburuk itu!”rara masih mencoba protes”hey ry, lagian yang
nyuruh gue dandan kayak cewekkan cewekmu”
“iya ra, emang aku awalnya nyuruh kamu buat dandan
cewek buat deket sama liam, tapi aku nggak nyuruh kamu buat maksa diri kamu
dandan setelah jadian sama liam, seharusnya liam nerima kamu apaadanya”tiba-tiba
air mata yoona jatuh, pipinya yang putih pun basah. Dia sadar kalau dulu, dia
nggak maksa rara dandan, rara nggak akan pacaran sama liam dan rara nggak
mungkin berubah jadi orang lain kayak gini”sory ra, aku udah maksa kamu ....”
Kemudian harry berdiri”kalau begitu coba aja jadi
rara yang kayak dulu, rara yang tomboy!, apa liam mau nerima apaadanya lo yang
tomboy? Kalau nggak berarati liam nggak bener-bener suka sama kamu”
Rara ikutann berdiri”eh, emang lo mau nerima yoona,
kalau yoona itu jadi tomboy, bodoh dan item?”
“Gue bakalan nerima yoona apaadanya, gue bukan orang
yang memaksa kehendak gue kecewek gue, gue nggak pernah maksa cewek gue buat
jadi apa yang gue pengen, gue Cuma mau cewek gue jadi dirinya sendiri” setelah
puas ngomong harry menarik tangan yoona dan pergi. Setelah kepergian mereka
wajah rara tertunduk lesu, dia udah kehilangan 2 sahabatnya...
Hari minggu, sebelun liam menjemputnya rara mampir
ke rumah Louis, dia menceritakan masalahnya dengan yoona dan harry kemarin.
“Lo coba aja saran dari harry, terus buktiin kalau
perkataan harry bener, lo harus minta maaf sama mereka, tapi kalau salah ya lo
juga harus bilang kemereka kalau mereka salah. Terus gimana kabar Nial sama
zayn?”ucap louis yg selalu memberi
komentar yang bijak
“Nol besar, nggak ada kemjuan, mereka nggak pernah
mau ngomong lagi sama gue”ucap rara
Setelah pulang dari rumah louis rara merubah dandanan
feminimnya menjadi dandanan ala dia dulu. Awalnya reaksi Liam biasa-biasa aja,
tapi lama kelamaan liam nggak cerewet kayak biasanya.Saat di KFC aja Liam nggak ngomong sepatah
katapun, bahkan dia tidak memesan apa-apa
“Kak liam nggak makan?”tannya rara perhatian
“ra, kenapa sih elo berubah kayak ginni? Bukannya
gue udah bilang kalau gue nggak suka cewek yang tomboy?” tanya liam
Serasa ada kilat yang menyambar hatinya.Rara bicara
dengan gemetar”maksud kak liam?”
“Gue jadian sama lo Cuma buat bisa ngedapetin fefe,
kalau lo kayak gini mana bisa gue bikin fefe cemburu?” kamudian liam pergi,
tapi dia menoleh kembali”kita putus” setelah liam pergi air mata rara pun jatuh,
dia terisak, kemudian dia lari keluar dari KFC.Dia
berlari dan berlari ngak peduli dengan orang-orang yang bingung melihatnya.
Tiba-tiba dia menabrak seseorang, tanpa minta maaf rara pegi meninggalkan orang
itu, tapi nggak kerasa orang yang ditabraknya itu justru menarik tangannya dan
memeluknya, ternya orang itu zayn, rara nggak berusaha melepaskan pelukannya
zayn karena dalam pelukan zayn dia merasa terlindungi.Kemudian kak Zayn
menuntun rara kedalam mobilnya
“ra lo nggak apa-apa?”tannya zayn setelah mereka
masuk mobil
Kemudian rara menceritakan segala uneg-unegnya
tentang liam, tentang persahabatannya yang hancur karena liam, dan
menyumpah-yumpahi Liam.Rarapun sadar perubahan mimik zayn”kenapa kak?”tannya
rara
“untunglah kamu nggak nagis lagi!”kata zayn sambil
tersenyum memaksa, kemudian menelan ludah”Ra, sebenarnya liam udah bohong sama
lo, sebenarnya dari dulu dia sudah suka sama lo tapi dia nggak punnya
kesempatan buat ngedeketin lo. Ra, lo inget hari minggu ketika liam nembak lo?
Malem itu gue sms liam supaya dia nggak ngedeketin lo lagi, tapi dia bilang dia
udah jadian sama lo, dia merasa bersalah banget waktu Sahabatnya kehilangan
orang yang dicintainya” Zayn berhenti bicara dan menatap rara sebentar, muka
rara sangat merah waktu dia mendengar kalau zayn suka sama dia”Liam berusaha
putus sama lo tapi dia nggak tega sama lo! Dia ngeubah diri lo jadi lain supaya
sahabat-sahabat lo nyuruh lo putus sama dia, tapi ternyata usahanya nggak
berhasil, akhirnya dia mutusin lo tadi kan?”
“kak...”rara nggak bisa menggatakan
sesuatu”kak....rara nggak bisa nerima kak zayn..maaf kak”
“nggak usah dipikir lagi ra, gue sebenarnya udah
ikhlas lo sama Liam, tau tuh si Liamnya kok malak nggk terima kalau gue nggak
sama lo, lagian alasan liam putus sama lo nggak masuk akal banget, Liam nggak
pernah suka sama fefe!, dan sebenarnya yang bikin dia suka sama kamu itu malah
sifatmu yang tomboy itu” ucap kak zayn. Rara hannya tersenyun mendengarnya
Malemnya dirumah, rara masih kepikirann sama
ucapannya kak zayn tadi. Tiba tiba ada suara gitar dari luar
Your hand fits in
mine
Like it's made just for me
But bear this in mind
It was meant to be
And I'm joining up the dots
With the freckles on your cheeks
And it all makes sense to me
I know you've never loved
The crinkles by your eyes when you smile
You've never loved
Your stomach or your thighs
The dimples in your back at the bottom of your spine
But I'll love them endlessly
Like it's made just for me
But bear this in mind
It was meant to be
And I'm joining up the dots
With the freckles on your cheeks
And it all makes sense to me
I know you've never loved
The crinkles by your eyes when you smile
You've never loved
Your stomach or your thighs
The dimples in your back at the bottom of your spine
But I'll love them endlessly
“gue kenal suara itu!” kata rara
buat dirinya sendiri, setelah sampai diluar dia melihat teman-temannya. Harry,
yoona, kak zayn,bahkan louis juga keluar dari rumah sebelah dan oh my god Nial
main gitar!. Tapi yang paling nggak disangka-sangka sama rara, orang yang
menyanyi adalah kak Liam WOW!
“rara mafin gue sama harry ya?” kata
yoona sambil memeluk rara”kak zayn udah
cerita ke kita” kemudian yoona berbisik ketelinggak rara”kecuali sama tetangga
mu tentunya”
“iya gue maafin, tanpa diceritain
louis juga bisa mengira-ngira apa yang terjadi diakan pinter” lalu rara menoleh
ke louis “yakan louis?” yang ditannyai Cuma mengangguk
Kemudian rara memeluk satu persatu
sahabatnya, menarik- narik rambut hary, mengayak-acak rambut nial, memukul
lengan kak zayn, serta berterimakasih kepada louis. Saat rara mau memeluk liam
semua diam... hening.....
“ra, gue bodoh ya?” tannya liam “
gue uda nyia-nyiain lo!” rara hanya terdiam mendengar ucaapan kak liam “ra lo
mau balikan sama gue? Lo boleh mukul gue, narik rambut gue, ngacak-ngacak
rambut gue atau apalah!yang penting lo mau balikan sama gue!?”
“terima aja ra, lagian kak zayn sama
nial udah rela kok!” kata yoona
“eh nial?”tanya rara
“aduh ra kamu nggak peka banget ya?
kamu cewek atau cowok se?” ucap yoona. Kemudian rara menatap nial penuh arti,
niall hannya tersenyum merelakan
“gue mau balikan sama kak liam asal
kak liam mau nyanyi buat gue dan temen-temen?!”kata rara sambil tersenyum.
Sangking bahagianya liam langsung aja memeluk rara “eh kak lagunya dulu!”
protes yoona
“ayo nial gitarnya!” kata kak liam
menyuruh nial meneruskan lagu tadi
I won't let these
little things slip out of my mouth
But if I do,
It's you,
Oh it's you,
They add up to
I'm in love with you,
And all these little things
You can't go to bed,
Without a cup of tea,
And maybe that's the reason why you talk in your sleep
And all those conversations
Are the secrets that I keep
Though it makes no sense to me
[ Lyrics from: http://www.lyricsfreak.com/o/one+direction/little+things_21048236.html ]
I know you've never loved the sound of your voice on tape
You never want to know how much you weigh
You still have to squeeze into your jeans
But you're perfect to me
I won't let these little things slip out of my mouth
But if it's true,
It's you,
It's you,
They add up to
I'm in love with you,
And all these little things
You'll never love yourself
Half as much as I love you
You'll never treat yourself right, darlin'
But I want you to,
If I let you know, I'm here for you,
Maybe you'll love yourself,
Like I love you
Oh,
And I've just let these little things slip out of my mouth,
Because it's you,
Oh it's you,
It's you,
They add up to
And I'm in love with you,
And all these little things,
But if I do,
It's you,
Oh it's you,
They add up to
I'm in love with you,
And all these little things
You can't go to bed,
Without a cup of tea,
And maybe that's the reason why you talk in your sleep
And all those conversations
Are the secrets that I keep
Though it makes no sense to me
[ Lyrics from: http://www.lyricsfreak.com/o/one+direction/little+things_21048236.html ]
I know you've never loved the sound of your voice on tape
You never want to know how much you weigh
You still have to squeeze into your jeans
But you're perfect to me
I won't let these little things slip out of my mouth
But if it's true,
It's you,
It's you,
They add up to
I'm in love with you,
And all these little things
You'll never love yourself
Half as much as I love you
You'll never treat yourself right, darlin'
But I want you to,
If I let you know, I'm here for you,
Maybe you'll love yourself,
Like I love you
Oh,
And I've just let these little things slip out of my mouth,
Because it's you,
Oh it's you,
It's you,
They add up to
And I'm in love with you,
And all these little things,
Malam ini
adalah malam yang terindah dihidup rara, rara baru sadar Love and friendship sangat penting dihidupnya. Malam yang dingin
nggak menyurutkan tekad rara dan temen-temenya untuk tetap bernyanyi. J
I won't let these
little things slip out of my mouth,
But if it's true,
It's you,
It's you,
They add up to,
And I'm in love with you,
And all your little things.
I love One direction and
their FriendshipBut if it's true,
It's you,
It's you,
They add up to,
And I'm in love with you,
And all your little things.
Made by : Ihda Rasyada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar