Jumat, 14 Desember 2012

LOVE AND LIVE



                “Gina!!!”suara itu terdengar sangat keras di telingaku dan aku sangat mengenali suaranya. “Gin,ini ada bunga krisan dan tulip kesukaanmu buat kamu.”kata Louis padaku.”Dari siapa?” tanyaku.”Ya siapa lagi kalau bukan dari Harry.”jawab Louis.Harry?Kenapa dia ngasih bunga ke aku? Perasaan hari ini bukan hari ulang tahunku,pikirku dalam hati.”Oh,makasih ya Lou,”kataku pada Louis.”Oke.” sahut Louis dan langsung lari membuntuti Liana,gadis yang disukainya.
In The Class...
                “Hai Niall!”sapaku pada sahabat terbaikku,Niall yang sedang asyik main gitar sendirian.Aku langsung mearuh tasku dan bunga dari Harry di bangkuku yang ada di sebelah bangku Niall karena memang kami teman sebangku juga.”Hai,Gin,bunga dari sapa?”tanya Niall.”Em..Eng..bunga dari Harry.”jawabku.Tapi,wajah Niall yang biasa ceria,sekarang menjadi murung.”Kamu habis ditembak Harry,ya?tanya Niall lagi. “Enggak kok Niall,eh ajarin aku gitar lagi dong Niall!”jawabku sambil mengalihkan topik pembicaraan.”Baiklah tuan putri...”sahut Niall.”Eh,apa-apaan sih,aku gak suka tau kalo dipanggil tuan putri!”. “Hahahaha,bercanda kok Gina...”jawab Niall sambil mengobrak-abrik poniku.
Istirahat...
                Aku pergi ke kantin sendiri karena Niall nggak mood diajak ke kantin,okelah gakpapa sih. Ditengah perjalanan ke kantin,Zayn,menyapaku dan mengajakku untuk ke suatu tempat,yaitu di ruang musik sekolah.Disitu ada Harry yang membawa gitar.Tiba-tiba aja,Zayn menghilang dari sisihku.
I'm broken
Do you hear me
I'm blinded
Cause you are everything I see
I'm dancing, alone
I'm praying
That your heart will just turn around
And as I walk up to your door
My eye turns to face the floor
Cause I can't look you in the eyes and say                                                                                                      
When he opens his arms
And holds you close tonight
It just won't feel right
Cause I can love you more than this, yeah
When he lays you down, I might just die inside
It just don't feel right
Cause I can love you more than this
Can love you more than this


                “Gina,aku suka sama kamu,aku udah suka sama kamu sejak lama,tapi maafkan aku,aku baru bisa mengatakan padamu sekarang.Maukuah kamu jadi pacarku?”tanya Harry.Aku kaget denger kata-kata Harry,perasaanku campur aduk karena sebenarnya au juga suka sama Harry.”Apa yang kamu suka dari aku?”tanyaku pada Harry.”Aku suka kamu karena kamu cantik,kamu pintar dan baik hati.”jawab Harry.”Aku akan memberikan jawabanku besok,apa  kamu nggak keberatan?”tanyaku lagi.”Nggakpapa kok.”jawab Harry dengan senyum manisnya.Dan aku langsung kembali ke kelas.
Keesokan Harinya...
                Didepan kelasku,ternyata Harry sudah duduk menungguku.Aku langsung menghampirinya. “Hai,Gin!” sapa Harry padaku.
”Hai,Harry!”jawabku.Kami berdua tidak ada yang memulai pembicaraan,dan akhirnya Harry yang memulainya.”Gina,gimana jawaban kamu?” tanya Harry.”Aku mau.”jawabku dengan senyuman yang menurutku paling manis.Harry langsung menatapku dengan wajah yang terlihat sangat bahagia.”Benarkah?Makasih Gin.”kata Harry sambil memelukku,tapi aku segera melepas pelukannya karena aku takut ada orang yang melihat. Tetapi,ada sesosok bayangan laki-laki yang mengintip dari balik pintu kelas.
In The Class...
                “Hai,Niall!”sapaku pada Niall.”Hai,Gin!”jawab Niall dengan jutek dan langsung meninggalkanku.Kok aneh sih Niall hari ini,mungkin semalam dia kurang tidur,jadinya pagi ini dia kelihatan sedikit aneh.
Istirahat...
                Harry menjemputku di kelas dan mengajakku ke kantin.Disana,ternyata sahabat-sahabat Harry (Zayn dan Louis) udah ngumpul.”Hai temen-temen!”sapa Harry pada mereka berdua yang sedang asyik mkakan bakso.”Hai Zayn.Hai Louis...”sapaku juga pada mereka.”Hai Gin,hai Ry.”jawab mereka hampir bersamaan.Kami berempat pun mengobrol dan bercanda bersama.
Skip to... In My House...
                Hp ku bunyi,kupikir itu dari Harry,aku langsung membukanya.Ternyata dari Niall.Dia minta maaf atas perbuatannya tadi pagi ke aku.Dan tiba-tiba Niall tanya,apakah aku sama Harry pacaran, aku menceritakan semuanya pada Niall,dia juga ngasih aku selamat.
Keesokan harinya...
                Di kelasku,ada murid baru,seorang laki-laki berambut agak keriting seperti Harry,dan dia bernama Liam.Dia duduk sendiri tepat di belakangku.Tapi,sepertinya,wajah Liam udah nggak asing lagi buat aku,siapa sih dia?pikirku dalam hati.”Hai,boleh kenalan nggak?”tanya Liam padaku dan Niall yang sedang asyik bercanda.”Boleh,namaku Gina.”jawabku pada Liam sambil berjabat tangan, tapi,tangan Liam nggak bisa dilepasin,genggamannya sangat kuat seperti orang yang sedang marah, sampai tanganku sakit,tapi untungnya Niall membantuku,dia melepas tangan Liam.”Aku Niall,eh kau nggak usah macam-macam ke Gina,aku adalah sahabat Gina,yang siap melindunginya kapan aja, lagian Gina juga punya pacar yang sangat setia dan perhatian sama dia!”kata Niall dengan nada sedikit membentak.”Maaf,nggak sengaja.” “Iya gakpapa.”jawabku.
Skip to several days later...
                Makin lama,aku ngerasa aneh sama Liam,sepertinya dia punya dendam sama aku,tapi aku bingung,aku belum pernah ketemu Liam sebelumnya.Liam selalu berpura-pura dekat denganku apalagi didepan Harry.Dan,sekarang,Harry marah sama aku.Aku nggak tau apa yang harus aku lakukan,aku menulis sebuah suat permintaan maafku pada Harry karena dia nggak pernah membalas sms dan teleponku.Sepulang sekolah,hujan deras mengguyur kota ini,aku yang hari ini membawa sepeda kayuh karena Pak Joko,sopirku sedang sakit dia tidak bisa mengantarku,langsung mengambil sepedaku di tempat parkiran dan langsung menuju rumah Harry untuk mengantar surat ini,nggak peduli akan hujan,aku harus tetap ke rumah Harry.Sampai di rumah Harry,yang keluar malah pembantunya,aku tau mungkin dia nggak mau ketemu sama aku,jadi aku menitipkan suratnya pada pembantu Harry dan meminta si pembantu untuk mengucapkan maafku pada Harry.Aku langsung meengayuh sepedaku untuk pulang.
Keesokan harinya...
                Hari ini,nggak ada pelajaran,semua guru sedang rapat.Suasana kelasku sangat ramai,Niall asyik dengan gitarnya sendiri,aku sibuk membaca buku –buku untuk persiapan olimpiade bulan depan.Tiba-tiba saat aku sedang asyik membaca,ada darah menetes keluar dari hidungku,jatuh mengenai bukuku,aku langsung lari menuju kamar mandi.Aku nggak sengaja menabrak Zayn,dan rupanya Zayn tau kalo ada darah yang keluar dari hidungku,tapi aku langsung minta maaf dan cepet-cepet lari ninggalin Zayn.
                Zayn langsung lari buat ngasih tau ke Harry,spontan saja Harry langsung mengejarku ke kamar mandi,dan waktu itu aku sedang keluar dari kamar mandi.”Gina,kamu kenapa?”tanya Harry. “Aku nggapapa kok,ry,mungkin karena kecapekan aja.”jawabku.”Tapi wajahmu pucat,gin!”kata Harry yang lagsung menggendongku ke UKS.
                Setelah keluar dari UKS,Harry menghampiriku dan bilang “Gin,maafin aku ya,aku udah berburuk sangka sama kamu,aku tau kamu nggak salah,maafkan aku ya gin?”kata Harry sambil lutut dibawahku.”Udah,ayo berdiri,iya nggakpapa kok,makasih,ry,kamu masih mau meaafin aku.”jawabku.Akhirnya kamipun balikan,dan kembali menuju ke kelas bersama.Di perjalanan menuju ke kalas,aku dan Harry masih membicarakan masalah Liam,kami curiga dengan Liam yang sepertinya membenciku dan ingin merusak hidupku.
In My House...
                Di rumah,aku mencoba untuk masuk ke ruang kerja papa,siapa tau ada clue disitu,dan benar saja,aku melihat surat pemutusan hubungan perusahaan antara perusahaannya papa sama perusahaaan milik Pak Adi,papanya Liam.Tiba-tiba saja,aku dikagetkan oleh papa yang masuk ke dalam ruang kerjanya.”Gina,kenapa kamu disini?”tanya papa.”Pa,maaf kalo Gina lancang,Gina udah masuk ke ruang kerja papa,tapi Gina nggak berniat buruk kok pa,Gina hanya ingin mencari tau.” jawabku.”Merncari tau apa sayang?”tanya papa dengan nada penasaran.”Pa,apakah papa punya masalah dengan perusahaannya Pak Adi?”tanyaku lagi.”Iya sayang,dulu perusahaan papa dan perusahaan Pak Adi bersahabat dengan baik,tapi itu nggak berlangsung lama karena Pak Adi telah membohongi papa,dia ingin menjatuhkan perusahaan papa,dia ingin menjadikan perusahaannya sebagai perusahaan yangpaling besar dan berkuasa,dia hampir membuatperusahaan papa bangkrut, jadi papa memutuskan hubungan perusahaan dengan erusahaan Pak Adi.”jawab papa.”Terus pa?” tanyaku lagi.”Perusahaan Pak Adi merosot dan bangkrut karena perusahaan Pak Adi tidak dapat berjalan tanpa bantuan papa,memangnya kenapa kok tiba-tiba kamu tanya masalah ini?”tanya papa balik.”Gini pa,di kelas Gina ada mrid baru namanya Liam,dan dia adalah anak dari Pak Adi,Liam seperti punya dendam sama Gina,jadi Gina penasaran dengan ini,dan sekarang Gina tau permasalahan mengapa Liam membenci Gina.”jawabku dengan nada innocent.”Apa?Jadi si Liam adalah anak baru di kelasmu?”kata papa dengan nada marah tapi aku mencoba mengintrol emosi papa.”Udah pa,cukup,Gina udah gedhe,Gina bisa kok nyelesain ini sendiri,papa tenang aja.” “Baiklah,papa nggak akan mencampuri urusan kamu,tapi jika kamu perlu bantuan papa,kamu bisa bilang ke papa,oke?tanya papa,”Oke.”jawabku.Aku langsung meninggalkan ruang kerja papa.
Tomorrow...
                Pagi-pagi,aku udah berkumpul bareng Harry,Niall,Zayn dan Louis untuk menceritakan masalah Liam dan perusahaan papa.Mereka punya ide,hari ini ada waktu pelajaran seni musik di kelasku,aku akan menyanyikan sebuah lagu untuk Liam untuk menggebrak ide busuk Liam.Baiklah, aku jalanin semua,waktu seni musik di ruang musik,aku meberankan diri untuk memulainya dengan sebuah nyanyian dari boy band terkenal favoritku,aku bilang lagu itu aku sembahkan untuk seorang teman di kelasku yang sedang punya dendam ke aku dan ingin merusak hidupku.Aku mulai menggenjreng gitar Niall dan bernyanyi.
Now that you can't have me
You suddenly want me
Now that I'm with somebody else
You tell me you love me
I slept on your doorstep
Begging for one chance
Now that I finally moved on
You say that you missed me all along
Who do you think you are?
Who do you think I am?
You only love to see me breaking
You only want me cause I'm taken
You don't really want my heart
No, you just like to know you can
Still be the one who gets it breaking
You only want me when I'm taken                                                                                                                                                      Thank you for showing me
Who you are underneath
No, thank you, I don't need
Another heartless misery
                Belum selesai aku menyanyi,tiba-tiba Liam menyelaku dan  bertanya “Untuk siapa kau menyanyikan lagu itu?” .”Untuk orang yang menanyaiku barusan.”jawabku.”Aku?haha,maksudmu apa?”tanya Liam.”Sebelum aku menjawab,aku juga ingin tanya,untuk apa kamu balas dendam padaku masalah perusahaan orang tau kita?Bukankah itu urusan mereka,kenapa kamu ikut campur balas dendam sama aku?Memangnya secara pribadi,aku pernah berbuat salah sama kamu?”tanyaku balik.Liam terlihat pucat,dia sudah tida bisa berkata apa-apa lagi,dan langsung lari ninggalin ruang musik.”Maaf,bu,saya udah merusak jadwal pelajaran seni musik.”kataku pada Bu Riana,guru musik kami.”Iya,Gin,tapi ibu mohon kalau kamu ingin menyelesaikannya dengan Liam,jangan didalam ruang musik ya.”jawab Bu Riana.”Baik bu,mohon maaf,saya ingin keluar untuk bicara dengan Liam.”kataku pada Bu Riana.”Baiklah.”jawab Bu Riana.
                Aku melihat Liam sedang duduk menyendiri.”Apa jawabanmu untuk menjawab semua pertanyaanku tadi?”tanyaku pada Liam.”Gin,maafin aku,aku melakukan ini,karena aku kasihan dengan orang tuaku,sekarang kami hidup sangat misikin,papaku sudah tidak bekerja lagi,aku ingin membantu papaku dengan jalan mengambil alih perusahaan papamu.”jawab Liam lirih.”Tapi bukan begitu caranya,kalau memang kamu ingin membantu papamu,kamu bisa kok bekerja untuk menghidupi orang tuamu,dan juga,masalah perusahaan papamu yang bangkrut,itu bukan salah papaku,coba tanya dengan sejelas-jelasnya sama papamu.”jawabku.
Several days later...
                Beberapa harini,setelah Liam aku gebrak,dia nggak masuk sekolah,kok aku jadi merasa bersalah sama Liam ya?Tiba-tiba,saat aku berpikir sendiri,Harry mengejutkanku dari belakang. “Ah...kamu nih ngaget-ngagetin aja.” . “Hahahaha,maaf Gina...Lho kamu kenapa sendirian ngelamun disini,ati-ati ntar kesambet loh.”kata Harry.”Aduh Harry...aku ini lagi mikir,kenapa beberapa hai ini,semenjak Liam aku gebrak,dia nggak masuk sekolah,aku jadi ngerasa bersalah sama dia.”jawabku. “Loh,jadi beberapa hari ini Liam nggak masuk?”tanya Harry,aku menganggukkan kepala.”Kasihan dia,mungkin dia lagi stres.Gimana kalo ntar pulang sekolah,kita ke rumah Liam?”ajak  Harry.”Ide bagus itu.Aduh,makasih Harry...kamu pinter banget deh...”kataku sambil mengacak-acak rambut keriting Harry.”Ah,ya nggak usah ngini juga kali,Gin.Sayang nih,rambutku berantakan kan?”kata Harry.”Ya ampu Harry,emang kenapa kalo rambut kamu berantakan?hahaha.”. “Ya ntar kan nggak ada cewek yang terpikat sama aku...”goda Harry.”Oh,jadi kamu nggak nganggep aku cewek kamu, dasar kau ya.Huh...”kataku sambil meninggalkan Harry.”Eits...tuan putri Gina,jangan marah,aku kan cuma bercanda.”kata Harry sambil nggelitikin pinggang Gina.”Ah...udah-udah,geli tau!”
Sepulang Sekolah...
                “Hah?kamu yakin Gin,kalo ini rumahnya si Liam,haha rumahnya udah sulit ditemuin,kecil, usek,jelek lagi.”kata Niall ke Gina.”Sssttt...kamu nggak boleh ngomong gitu Niall,walaupun dia jahat, tapi dia tetep manusia kan?”jawabku.”Ya maaf.”kata Niall.”Jadi,sekarang siapa dulu yang harus turun?”tanya Lou.”Biar aku aja.”jawab Harry.”Nggak usah,aku aja,ini kan urusanku dengan Liam.” jawabku.”Gin,kamu nyadar dong,kamu tu cewek,kamu harus ada yang nemenin,kamu mau ntar pas Liam marah,kamu diapa-apain sama dia?”tanya Zayn.”Udah lah,tenang aja.”jawabku sambil membuka pintu mobil Harry.”Hati-hati,Gin.”kata Niall,tetapi dia malah dipelototin sama Harry,Zayn dan Louis.”Dia kan jago karate.”jawab Niall sambil menggarukkan kepalanya.Aku muali mengetuk pintu rumah Liam,dan akhirnya Liam pun membuka pintu rumahnya.”Ada apa kamu kesini?”tanya Liam.”Aku kesini untuk mengetahui keadaanmu,kenapa sejak kejadian itu,kamu nggak pernah masuk sekolah?”jawabku.”Itu bukan urusanmu,cepat sana pulang,menjauhlah dari gubug kecil yang jelek ini.”usir Liam.”Aku nggak akan pergi sampai kamu kasih tau aku alasanmu.”kataku sambil menghalangi Liam menutup pintu rumahnya.”Minggir sana!”usir Liam lagi.”Nggak!”jawabku.Tiba-tiba nggak sengaja aku melihat kedalam rumah Liam,disan ada seorang yang terbaring lemah diatas lantai.Aku langsung masuk untuk menolong orang itu.”Berani-beraninya kamu masuk rumahku.” Bentak Liam.”Maaf,tapi ini darurat,aku melihat papmu ini sedang terbaring lemas diatas lantai.” Jawabku.Dan tiba-tiba Harry,Niall,Zayn dan Louis juga masuk kedalam rumah Liam,mereka aku suruh menggendong dan membawa papa Liam ke rumah sakit,Liam pun jug aikut masuk kedalam mobil.
In The Hosptal...
                Stelah beberapa jam,akhirnya papanya Liam telah sadar,dan ketika aku ada di dekatnya,dia malah mengusirku.Tetapi Liam membelaku,dia berusaha menenangkan papanya.Dan akhirnya aku memutuskan untuk pulang bersama Harry,Niall,Zayn dan Louis.”Papanya Liam itu gimana sih,nggak tau berterima kasih apa,udah ditolongin juga,malah ngusir.”keluh Louis.”Mungkin perasaan marahnya sama keluargaku belum bisa dia hentikan.”jawabku.”Tapi kamu kan udah bermaksud baik,lagian kamu juga nggak akan mencelakakan keluarganya kan?”tanya Zayn.”Udah lah,nggakpapa.”jawabku lirih.
Sore Hari di Rumahku...
                Aku,papa dan mama sedang asyik-asyiknya bercengkrama bersama di ruang keluarga,tiba-tiba saja bi Nori,pembantu kami memanggilku,katanya ada temen.Aku keluar untuk menemui tamu itu,dalam hatiku aku penasaran,siapa yang datang ke rumahku sore-sore gini,masak Harry sih?atau Niall yang mau tanya masalah PR hari ini?
                Aku terkejut melihat Liam dan papanya duduk di kursi ruang tamu.”Liam,Om Adi,ada apa?” tanyaku dengan sopan.”Gina,kami mau minta maaf sama kamu dan papamu,boleh kami bertemu dengan papamu?”tanya Liam.”Baiklah,tunggu sebentar.”jawabku.”Papa....ada tamu ingin ketemu sama papa...”teriakku sambil berjalan ke ruang keluarga untuk memanggil papa.”Siapa Gin?”tanya papa.”Udah deh pa,temuin aja?”jawabku dengan senyum menghiasi pipiku.”Apa jangan-jangan dia Harry,pacarmu ya?”tanya papa menggodaku.”Loh papa kok tau kalo Gina pacaran sama Harry sih?” tanyaku balik.”Papa kan tau segalannya,hahaha.”jawab papa.”Ih papa..”Tiba-tiba saat papa sudah sampai di ruang tamu,papa terkejut melihat Liam dan Pak Adi berada disitu.”Adi?ada apa kamu disini?”tanya papa.”Andre,maafkan aku,maafkan perbuatanku selama ini,aku sadar kalau aku yang salah,tolong maafkan aku.”jawab Pak Adi seraya menagis memeluk papa,lalu berlutut di kaki papa. “Sudahlah,di,aku sudah memaafkanmu dari dulu sebelum kamu minta maaf kepadaku.”kata papa sambil membangunkan Pak Adi agar dia tidak berlutut lagi.Medengar kata-kata papa,aku meneteskan air mata terharu atas kelakuan papa yang sangat bijaknsana.”Gina,maafin om ya,kemaren om sempat mengusir kamu dari rumah sakit.”kata Pak Adi kepadaku.”Iya gin,maafin aku juga yang udah mencampuri urusan orang tua kita dan mencoba balas dendam ke kamu.”kata Liam juga.”Iya om,Liam,Gina udah maafin kalian kok.”Makasih ya Gina.”kata Om Adi.”Iya,makasih gin.” kata Liam.Aku,Liam,papa,mama,dan Om Adi berbincang-bincang bersama selama beberapa jam. Dan akhirnya,papa dan Om Adi kembali akrab seperti dulu dan mempunyai rencana untuk membangun perusahaan bersama dan Om Adi berjanji nggak akan mengulangi kesalahan yang sama.
Beberapa Bulan kemudian...
                Usaha papa dan Pak Adi berjalan lancar,perusahaannya semakin maju.Aku dan Liam sekarang telah menjadi sahabat.Dan tak lupa,hubunganku dengan Harry semakin dekat karena papa udah ngerestuin kami.Dan akhirnya,Louis,Zayn,Niall,Liam dan Harry membentuk grup band di sekolah yang dinamakan One Direction yang sangat terkenal dan mempunyai banyak penggemar.And We Are Happy Forever.

THE END

Made by : Resita Nadya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar