Selasa, 25 Desember 2012

FF my live is complete


”My Live  isComplete”






Mata ....
Yakinkah  kau bisa melihat?
Apa yang kau lihat?
Sekarang kau bisa melihat dunia yang indah, tapi esok?
Bila kamu kehilangannya,  apa kau yakin tidak dapat lagi melihat?
Benarkah?
Tapi apa kamu masih bisa melihat jika mata hatimu rusak?
Apa kamu yakin hidupmu berarti bila mata hatimu yang hilang?

            Risa menagis mendengarkan puisi itu. Risa adalah seorang mahasiswi yang Sekarang dia berada di Inggris sedang menjalani S1-nya, sekarang dia juga sedang mendengar puisi dari siaran radio Indonesia. Setelah dia menghapus air matanya
dia Kemudian  mengambil mantelnya dan kacamata hitam milik kakaknya. Dia akan pergi kuliah dan mengantar kakaknya ketempat panti asuahan yang diurusnya.
            “Kak! Ayo aku udah telat nih!”teriak Risa
            “iya-iya, ayo berangkat” Kak Luna memakai kacamata hitam pemberian Risa dan pergi bersama adiknya itu
            Setelah sampai didepan rumah panti asuhan Risa meninggalkan kakaknya,  Risa harus pergi kuliah secepa-cepatnya. Ketika Kak Luna ingin masuk pantiasuhan ada seseorang yang menabraknya
            “Aduh sory-sory, aku lagi terburu-buru nih”
            “iya nggak apa-apa, saya permisi dulu” kata Kak Luna, dan meraba-raba tanah mencari tongkat hitamnya. Orang yang menabraknya tadipun mengambilkan tongkatnya.
            “Nih tongkatmu!” kata orang yang menabraknya tadi
            “Makasih” kata Kak Luna. Kak Lunapun berjalan sambil mengarahkan tongkatnya ke jalan sebagai petunjuk jalannya dan agar dia tidak menabrak sesuatu
            “Eh.. tunggu kamu mau kemana?” Kata orang tadi, dia baru menyadari bahwa Kak Luna buta.
            “Mau nonton film sama anak-anak panti asuhan, kamu tertarik?” kata Kak Luna sambil menoleh kebelakang. Diapun mengangguk tapi sadar anggukanya tidak akan terlihat oleh Kak Luna
            “kalau boleh” ucapnya. Kak Lunapun menggangguk dan mereka berjalan menuju panti asuhan
            “Ngomong-ngomong aku belum tau namamu?” tanya Orang yang menbraknya tadi “namaku nial” merekapun sampai disebuah ruangan yang berisikan sekitar 20 anak yatimpiatu. Setelah mereka tau Kak Luna sudah datang mereka langsung berlari untuk memeluk Kak Luna. Karena sadar ucapan Nial nggak digubris Kak Luna, Nialpun manyun
            Seorang anak bertanya dengan logat inggris*anak yatim disini orang inggris, untuk mempermudah pembicaraan pakek bahasa indonesia aja ya?* “hahahaha, wajah kakak ini manyun lucu! Siapanya kak Luna?”
            “ Tadi Kakak ketemu dia didepan namanya Nial” kata Kak Luna, ternyata kak luna tadi mendengar ucapan Nial “Kamu sudah tau namaku kan? Namaku Luna” kata kak Luna untuk Nial
            “Ayo kak kita nonton Film” tarik seorang anak
            Kak Lunapun mengikuti mereka, setelang ibu panti menyalakan LCD dan lampu dimatikan semuanyapun diam, mereka asyik menoton film yang berjudul UP. Nial bingung melihat Luna tersenyum melihat film itu, padahal dia tau kalau Luna nggak bisa melihat
            “Nial juga orang Indonesia?” tannya Luna dengan suara pelan disebelah Nial
            “aku orang Bandung, aku kesini buat Belajar” kata Nial masih tetap memandangi Luna. Luna, nama yang bagus kulitnya putih dan raut wajahnya tegas. Batin Nial
            “aku nggak tannya kenapa kamu kesini” kata Luna sambil menoleh ketempat suara nial tadi terdengar
            Heh? Kok tiba-tiba jutek? Batin nial “ya akukan Cuma bilang gitu, emang nggak Boleh?”
            “hahahaha aku Cuma bercanda nial!” kata Luna sambil tertawa, suaranya lembut sekali ditelinga Nial
            “Lun, kamu kenapa datang kesini?” tanya Nial
            “Aku menemani adikku belajar disini, dan tentu tujuan pertamaku adalah untuk berobat” kata Luna, Nial melihat senyum Luna, tapi itu bukan senyum seperti seyumannya tadi, itu senyum terpaksa “tapi, bagiku aku sudah sangat beruntung sekarang, walau aku nggak bisa melihat, tapi aku masih bisa merasakan kebahagiaan dengan mendengar suara orang yang berada disekitarku”
            Gadis tegar batin Nial lagi. Nial pun berniat mengenal lebih dalam cewek yang ada disampingnya ini “udah dapat kemajuan dari pengobatmu disini?”
            Lunapun menceritakan tentang pengobatannya, pembicaraanpun terus berlanjunt saampai film yang diputar habis. Sekarang Nial sedikit mengerti kehidupan Luna ....
Di Kampus Risa
            Risa sedang memandangi buku setebal novel Harry Potter sambil ditemani secangkir vanila late, tasnya tergeletak diatas rumput hijau, rambut panjangnya yang tergerai mengikuti arah angin yang menderanya, kacamata minus menghiasi kedua mata gadis pintar ini. Pohon besar melindungi kepalanya dari sinar matahari, dari balik pohon itu terlihat seorang mahasiswa yang sedang tersenyum, sesekali dia menoleh kearah Risa. Kemudian dia mendekati Risa sambil mengendap-ngendap, tagannya yang besar menutupi kacamata Risa
            “Zayn!!! Mulai deh! Nggak bisa ya kamu nggak ngagetin aku? Aku lagi belajar tau!” kata Risa sambil melepaskan tangan Zayn dari kacamatanya.
            “Kamu itu! Aku udah bela-belain nyusul kamu ke Inggris, eh kamunya malah nggak sempet merhatiin aku” kata Zayn
            “Salah Kamunya sendiri! Kamukan udah diterima di ITB kok malah milih kesini! Biaya disini lebih mahal!” kata Risa sambil tetap mengarahkan pandangannya keBuku
            “Lha? Kamu sendiri?” kata zayn sambil memandangi Risa
            “dapet beasiswa itu beda sama bayar sendiri!” ucap Risa
            “yang penting ada kamu semuanya nggak akan memberatkanku” kata zayn sambil menggemgam tangan Risa dan bersandar dibawah pohon dengan mata terpejam. Karena kelakuan zayn yang tiba-tiba Risa jadi mengalihkan pandagan dari buku dan menatap Zayn yang sedang terpejam, seyuman manis bertengger di wajah cantik Risa, kemudian Risa meneruskan membaca buku dengan tangan kanannya yang digenggam zayn.
            Nial mengantar Luna ke dokter, karena tadi tiba-tiba dokter harry menelepon Luna. Sesampainya dirumah sakit tempat dokter Harry praktek, Nial dan Luna berjalan menuju ruangannya, didalam ruangan tersebut telah duduk seorang dokter muda dengan rambut keriting. Setelah mempersilakan duduk dan sedikit berbasa-basi, Dokter Harry yang asli Inggris ini tersenyum manis kearah Luna yang membuat perasaan Nial tiba-tiba aneh
            “Kabar baik Lun, kamu udah memiliki donor mata, mungkin minggu depan kamu akan melakukan operasi” kata Dokter Harry dengan senyuman yang lebar
            “Benarkah dok?” kata Luna tak percaya, selama dua tahun berada diInggris dia baru sekali ini menerima kabar baik. Nial menoleh kearah Luna, sekarang butira-butiran air mata membasai pipi gadis itu
            “Buat apa saya bohong? Saya seorang Dokter, dan seorang dokter nggak boleh membohongi pasienya” ucap Dokter Harry “ok, untuk keterangan lebih lanjut nanti dari pihak rumah sakit akan menghubungi kamu”
            “Terima kasih dok, saya permisi dulu” kata Luna sambil menghapus air matanya
            Setelah Luna Berdiri dan berjalan dituntun Nial kearah pintu, dokter Harry kembali bicara “Saya akan berusaha untuk membuatmu kembali melihat dunia ini”
            “Maaf dok, tapi dengan keadaan saya yang seperti ini bukan berarti saya tidak mampu melihat dunia ini , saya dapat melihat dunia ini melalui perasaan orang disekitar saya” kata Luna menoleh
            “ok-ok saya minta maaf, bukan maksud saya untuk menyinggung kamu, saya hanya terlalu senang karena gadis baik seperti kamu telah mendapat donor mata” ucap dokter Harry
            “saya juga tidak bermaksud menyingung dokter hebat seperti anda dok, saya permisi dulu” kata Luna berjalan keluar dari ruangan dokter itu. Nial yang sedari tadi hanya mendengarkan merasakan sebuah perasaan yang nggak biasa antara dokter dan pasien ini
            Nial menyetir dalam diam, diliriknya gadis yang baru dikenarnya sehari, dia sedang menatap kosong, kacamata hitamnya digengam tangan kirinya
            “Kamu kenapa? Kenapa tiba-tiba jadi diam” kata Luna sambil tetap memandang kedepan
            “aku nggak apa-apa, aku hanya merasa aneh dengan hubungan mu dengan si dokter harry tadi” kata Nial nggak sengaja mengatakan perasaan yang sedari tadi mengganggunya
            “kenapa nada bicaramu seperti orang cemburu Nial?” kata Luna menoleh kearah suara Nial “Aku dan dokter Harry adalah seorang dokter dan pasien, aku juga menganggap dokter harry sebagai Sahabat karena dia termasuk orang yang selalu membantuku dan selalu memberiku semangat”
            “Kalau aku kamu anggap apa?” tanya Nial sambil tetap menyetir
            “Orang lewat” kata Luna
            “Cuma orang lewat?” kata nial nggak percaya
            “Orang lewat yang nabrak aku, nonton film bareng aku,  nganterin aku ke rumahsakit, dan yang sok kenal- sok deket sama aku” kata Luna
            “Heh??” Nial mengalihkan pandangannya dari jalan dan menoleh ke arah Luna nggak percaya
            “ kamu itu ya! Nggak bisa diajak bercanda ya?” kata Luna sambil tertwa
            “kamu kalau bercanda kayak orang serius! Mana bisa aku bedain saat kamu bercanda atau serius. Terus apa jawaban sebenarnya?”
            “Perlukah aku jawab?” kata Kak Luna
            “Yaudah terserah kamu, Asal kamu tau ya, kamu itu cewek yang tiba-tiba datang dikehidupanku dan membuatku selalu ingin mengenalmu, dan saat kamu akrab dengan dokter tadi ada perasaan nggak enak menghampiriku”
            “ Maksud kamu apa Nial?” tanya Luna heran
            “Aku nggak mengerti Lun, aku juga bingung. Bisakah kamu membantuku buat mengetahui kenapa aku seperti itu” kata Nial, Mobil Nial telah memasuku komplek perumahan Luna. Pembicaraan merekapun Berhenti. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing
            Setelah sampai dirumah Luna, terdengar suara ribut dari dalam ruang tamu, ternyata adiknya, Risa sedang belajar tapi diganggu oleh Zayn, Louis, dan Liam. Luna mengenali suara mereka bertiga.
            “Lho kak Luna? Kok sama kak Nial?” tanya Zayn. Ternyata Zayn, Liam, louis, dan Risa adalah junior Nial dikampus
            “Kalian sudah kenal rupanya, tadi Nial nganter Kak Luna ke rumah sakit” ucap kak Luna
            “Emang kakak kenapa?” kata Risa, raut wajah khawatir menghiasi wajahnya
            “Ris, kakak dapat donor mata” kata kak Luna sambil menahan air matanya jatuh, seketika Risa berdiri dan memeluk erat kakak satu-satunya itu. Louis dan Liam yang orang inggris asli tidak mengerti apa yang sedang terjadi, akhirnya Zayn lah yang menjadi penerjemah buat mereka
            “Makasih ya kak Nial Udah nganterin kak luna” ucap Risa untuk kak Nial” kak, Risa telpon ayah-ibu ya?” kata Risa bersemangat
            “Nggak usah biar kakak aja yang telpon, kamu lanjutin belajar aja!” kata Luna sambil berlalu ke ruang tengah diikuti Nial. Dari ruang tengah terdengar suara zayn, louis dan liam menyanyi*lho katanya belajar*
You're insecure
Don't know what for
You're turning heads when you walk through the door
Don't need make up
To cover up
Being the way that you are is enough

Everyone else in the room can see it
Everyone else but you

Baby you light up my world like nobody else
The way that you flip your hair gets me overwhelmed
But when you smile at the ground it aint hard to tell
You don't know
You don't know you're beautiful
            Setelah Luna selesai menelepon orangtuanya, Luna kembali keruang tamu. Nial melihat Risa yang bingung mendengar suara 3sahabatnya, tangan kanan-kirinya menutupi telinga kanan-kirinya.
            “kak Lun! Usir 3 orang ini kak!” rengeng Risa sambil berteriak*Inggris*
            “lho kak kita kan Cuma menghibur Risa yang kerjaannya cuma belajar terus” kata Liam dengan bahasa inggrisnya*tapi ucapannya kuutulis bahasa indo*
            “Maksud mereka baik Ris” ucap kak Luna sambil menahan tawa*Inggris*
            “Tuhkan kakak ipar aja mengijinkan” kata zayn dengan bahasa inggris supaya 2 temanya mengerti
            “Siapa yang kakak ipar? Oh ternyata kalian sudah jadian, kenapa nggak bilang sama kakak Ris?” kata kak Luna*Inggris*
            “Nggak! Risa nggak jadian sama Zayn” kata Risa, tapi muka risa berubah jadi merah karena malu*Inggris*
            “Lho belum jadian! Kak Nial kira udah, kalian dikampus mesra banget sih” ucap Nial*Inggris*
            “tau tuh! Mereka berdua! Udah tau saling suka tapi nggak jadian” ucap Louis*Inggris*
            “Udah-udah urusan mereka jangan diikut campuri, biar mereka yang nentuin” ucap kak Luna*Inggris*
            “Kalau aku nembak kamu sekarang gimana Ris?”kata Zayn*Inggris*
            “apaan sih Zayn!! Dasar Monyet!” kata Risa sambil melempar bantal ke arah zayn. Semuanya tertawa, kecuali Kak Luna yang hanya tersenyum mendengar tawa teman-teman adiknya itu.
Esoknya Luna keluar kamar dengan wajah bingung, dia mendengar tawa adiknya dengan seorang pria, dia tidak yakin dengan pikiranya, karena pikiranya berfikir pria itu adalah Nial.
“Ada siapa Ris?” tanya Luna
“Nah itu dia kak Luna! Risa berangkat dulu ya kak!” kata Risa mengambil tasnya dan beberapa bukunya”Kak Luna temenin Kak Nial ya?” Kemudian Risa keluar rumah untuk berangkat Kuliah pagi.
“kenapa kamu pagi-pagi udah kesini?” tanya Luna
“Aku tadi dicall sama Risa disuruh kemari, katanya kamu sendirian” jawab Nial
“Oh, tapi perasan kemarin Risa bilang nggak ada jadwal kuliah hari ini” ucap Luna, tiba-tiba Luna merasa Keki berada dideket Nial. Suasananya pun menjadi kaku, nggak ada yang saling bicara.
Tik.. Tik..Tik... Suara Gerimis tiba-tiba terdengar dari luar rumah Luna, maklum sekarangkan Mendekati musim dingin.
“Dulu aku sering main Hujan sama Risa waktu diIndonesia, tentu waktu aku masih bisa melihat” ucap Luna tanpa menoleh. Nial menoleh tanpa mengucap apa-apa, dia ingin mendengar kelanjutan Cerita Luna
“Waktu itu aku sedang bermain hujan dengan Risa, kami bermain bola sambil ketawa-ketiwi. Tiba-tiba tendanganku terlalu kuat sampai-sampai bolanya melambung ke tengah jalan, karena jalanan sepi aku mengambilnya,tapi Sebuah sepeda motor menyerempetku, Risa berhasil menariku, kitapun selamat” ucap Luna “Sipengendara turun dan meminta maaf kepadaku, tapi waktu aku akan mengahampirinya aku tersandung batu dan terjatuh dengan posisi kepalaku  yang menghantam tanah dulu, aku pingsan dan sipengendara yang terkejut langsung mengendongku masuk keRumah, sedangkan Risa hanya berdiri dibawah guyuran Hujan sambil berteriak “Kakak!”
“Jadi ternyata dulu kamu masih sempat melihat?”tanya Nial
“Tentunya sebelum peristiwa itu terjadi. Setelah sipengendara mengantarku aku langsung dibawa kerumah sakit dan pingsan selama beberapa hari, setelah aku membuka mata yang kulihat hanyalah warna Hitam......, nggak ada cahaya sedikitpun yang bisa kulihat” ucap Luna melanjutkan ceritanya
“Apa Kamu  sekarang jadi phobia dengan hujan?” tanya Nial
Luna menoleh kearah suara Nial” Hahhahahhaha... aku nggak phobia dengan Hujan, takutpun nggak” kata Luna sambil tertawa
“Oh syukurlah...ayo ikut aku!” kata Nial sambil menarik tangan Luna keluar
“Mau kemana?” tannya Luna, dia mulai merasa ada tetes-tetes hujan yang jatuh dikepalanya. Kemudian Nial meninggalkan Luna ditengah hujan, dia menyalakan sebuah lagu dari Hpnya dengan volume paling tinggi dan meletakannya ditempat yang teduh, kemudian dia berlari mendekati Luna
“Ngapain sih kamu?”tanya Luna bingung, bajunya kini telah basah dengan guyuran hujan
“Ssstt! Diam aja kamu ikuti suara lagu itu ya? Kamu bisa dengarkan?”
“iya, tapi kita mau apa?” tanya luna masih kebingungan, tiba-tiba nial menggengam tangan kiri Luna, dan mengarahkan tangan kanan Luna kepundaknya, sedangkan tangan kananya memegang pinggul Luna. Luna tetap bingung tapi menurut saja dengan kelakuan Nial ini, dia merasa nyaman. Lagu yang lembutpun mengalur menghiasi acara dansa mereka*ya, walaupun suaranya agak nggak kedengaran*
Now that you can't have me
You suddenly want me
Now that I'm with somebody else
You tell me you love me
I slept on your doorstep
Begging for one chance
Now that I finally moved on
You say that you missed me all along

Who do you think you are
Who do you think I am
You only loved to see me breaking
You only want me cause I'm taken
You don't really want my heart
No, you just like to know you can
Still be the one who gets it breaking
You only want me when I'm taken

You're messing with my head
Girl that's what you do best
Saying there's nothing you won't do
To get me to say yes
You're impossible to resist
But I wouldn't bet your heart on it
It's like I'm finally awake
And you're just a beautiful mistake
Who do you think you are
Who do you think I am

You only loved to see me breaking
You only want me cause I'm taken
You don't really want my heart
No, you just like to know you can
Still be the one who gets it breaking
You only want me when i'm taken
            Acara mereka berhenti ketika tiba-tiba Zayn, Risa, Liam, Louis keluar dari mobil. Mereka bingung melihat Luna dan Nial. Tapi tiba-tiba tangan Zayn menggandeng Risa kedekat Kakaknya dan mualai berdansa dengan Risa. Nialpun mengajak Luna melanjutkan dansa mereka. Liam yang bingung harus berbuat apa malah ditarik Louis untuk berdansa, tapi yang mereka lakukan bukan berdansa tapi Nari poco-poco *hahahhaha emang mereka tau tari poco-poco?*. Risa dan Zaynpun melihat mereka sambil tetap berdansa dengan tertawa. Sedangkan Nial dan Luna tidak mengubris 4 makhluk yang mengganggu acara mereka. Hujan masih saja tetap turun, hujan nggak peduli apakah 6 orang itu akan sakit bila tidak segera menghentikan acara hujan-hujanan itu.
            5 hari setelah acara hujan-hujan itupun berlalu, Sekarang Nial, Zayn, Risa, Liam, dan Luois sedang berada di ruang tunggu sebuah rumah sakit terkenal di Inggris. Kak Luna sedang menjalani operasi matanya. Wajah khawatir menghiasi wajah-wajah mereka, terutama Risa. Risa sedang duduk disebelah Zayn, tangan kirinya digenggam zayn untuk memberinya semangat. 5 jam telah berlalu, akhirnya dokter harry keluar dengan tersenyum, ternyata operasi kak Luna berjalan dengan baik. Risapun tak dapat menahan tangis harunya, tapi dokter Hary mengingatkan perban mata Luna akan dilepas 1 minggu kemudian. 5 orang itupun menjabat tangan dokter Harry sambil berterima kasih.
            Keadaan kak Luna terus membaik berlanjut sampai hari pelepasan perbannya. Risa setia menunggu kakaknya itu, orang tua mereka baru datang sehari setelah operasi Luna, ternyata hari pemberangkatan mereka ditunda dua hari karena cuaca diInggris tidak terlalu baik. Hari yang ditunggu-tunggu  merekapun tiba hari ini dokter Harry dan beberapa suster bersiap melepas perban Luna. Zayn, Risa, Nial, Liam, Louis, dan kedua ortu Luna juga harap-harap camas akan kesembuhan mata Luna. Sebelum Dokter Harry melepas perban Luna dia berbisik ketelinga Luna
            “Luna, aku tau perasaan Nial terhadap mu, aku juga tau perasaanmu terhadapnya. Akan kucoba melepasmu. Pernyataan cinta yang kusampaikan tahun kemarin yang kamu tolak adalah pertanda kalau kamu tidak memiliki perasaan yang sama terhadapku, maybe it’s my mistake for not making  you love me more than I love you” ucap dokter harry*inggris*. Setelah berucap begitu Dokter harry melepas perban Luna dengan perlahan-lahan. Setelah perban dilepas sempurna dokter harry menyuruh Luna membuka matanya dengan perlahan-lahan. Lunapun menuruti perintah dokter harry, awalnya dia melihat seberkas cahaya yang lama lama mulai...... meredup, cahaya itu digantikan dengan suasana hitam yang biasa Luna lihat. Mulut Luna tersenyum. Melihat senyuman kakaknya itu Risa bertanya
            “Kakak bisa melihat lagi?” tanya Risa
            “Maafkan kak Luna Ris, kak Luna masih tidak bisa melihat apa-apa” kata kak Luna sambil menunduk, senyumanya yang tadi hilang
            “Kakak bohong kan?” kata Risa tak percaya
            “kakak nggak bohong ris” kata Luna dengan muka yang masih tertunduk
            “Dokter tolong periksa kakak saya! Dia pasti sedang berbohong” ucap Risa*inggris* masih tetap nggak percaya, yang lain hanya memasang raut wajah cemas. Nial langsung menghampiri Luna dan berada disisi kanan Luna. Setelah dokter Harry memeriksa berulang kali, jawabanya tetap sama dengan yang dikatakan Luna. Dokter Harrypun dengan wajah menyesal menggeleng kepada risa. Tangis Risapun pecah, sambil dipeluk Zayn Risa menangis. Ibu Luna pun nggak kalah histeris, sampai sampai ayah luna membawa istrinya keluar untuk menenangkanya. Liam dan Louis hanya tertunduk dengan raut wajah mengisaratkan kalau mereka juga turut sedih. Nial memeluk Luna, berusaha untuk menguatkannya, tapi dengan perlakuan Nial itu Luna tambah menangis tanpa suara, merasa punggungnya basah, Nial melepaskan Pelukannya, dia memegang bahu Luna dan berkata
            “Dulu kamukan yang bilang, tanpa melihat kamu masih bisa merasakan indahnya dunia, tapi kenapa sekarang kamu menangis, ini bukan Luna yang aku kenal” ucap nial sambil menghapus air mata Luna “Gadis yang yang kucintai nggak akan menangis gara-gara hal ini, gadis yang kucintai akan terus berjuang untuk mencapai keinginanya” ucap nial
            Luna yang tadi menangis mendengar ucapan Nial jadi terdiam. Harry, Risa, Zayn, Liam, dan Louis pun termenung mendengar ucapan Nial
. “Tapi apa yang membuatmu sampai mencintai aku?” tanya Luna
            “Cintaku nggak butuh alasan” ucap Nial kemudian memeluk Luna, Luna sekarang menagis, tapi bukan tangisan sedih melainkan tangis haru. Risapun tersenyum melihat kakaknya itu, dia menoleh ke arah Zayn, Zayn sedang tersenyum memandanginya. Dokter Harrypun mencoba tersenyum merelakan. Louis dan Liampun berjanji bada diri mereka masing masing akan mencari pacar secepat-cepatnya, masak mereka kalah sama Zayn dan Nial?.
            “Luna,.. kesempatanu untuk melihat masih ada, jangan menyerah!” batin Dokter Harry untuk dirinya sendiri. Karena dianggap sebagai obat nyamuk, akhirnya Dokter harry, Risa, Zayn, Louis, dan Liam meninggalkan Luna dan Nial yang masih berpelukan. Mungkin Luna belum mendapat pengeliatanya kembali, tapi dia mendapatkan seorang pria yang sangat mencintainya.Mungkin ini bukan cerita yang berakhir Happy, tapi ini juga bukan cerita yang berakhir Sad kok. Belum tentu Luna nggak akan menemukan donor mata yang tepat lagi....masalahnya Cuma waktu....

By Ihda Rasyada

Tidak ada komentar:

Posting Komentar