”My Live isComplete”
Mata ....
Yakinkah kau
bisa melihat?
Apa yang kau lihat?
Sekarang kau bisa melihat dunia yang indah, tapi esok?
Bila kamu kehilangannya, apa kau yakin tidak dapat lagi melihat?
Benarkah?
Tapi apa kamu masih bisa melihat jika mata hatimu
rusak?
Apa kamu yakin hidupmu berarti bila mata hatimu yang
hilang?
Risa menagis mendengarkan puisi itu.
Risa adalah seorang mahasiswi yang Sekarang dia berada di Inggris sedang menjalani
S1-nya, sekarang dia juga sedang mendengar puisi dari siaran radio Indonesia.
Setelah dia menghapus air matanya
dia Kemudian mengambil mantelnya dan kacamata hitam milik kakaknya. Dia akan pergi kuliah dan mengantar kakaknya ketempat panti asuahan yang diurusnya.
dia Kemudian mengambil mantelnya dan kacamata hitam milik kakaknya. Dia akan pergi kuliah dan mengantar kakaknya ketempat panti asuahan yang diurusnya.
“Kak! Ayo aku udah telat nih!”teriak
Risa
“iya-iya, ayo berangkat” Kak Luna
memakai kacamata hitam pemberian Risa dan pergi bersama adiknya itu
Setelah sampai didepan rumah panti
asuhan Risa meninggalkan kakaknya, Risa
harus pergi kuliah secepa-cepatnya. Ketika Kak Luna ingin masuk pantiasuhan ada
seseorang yang menabraknya
“Aduh sory-sory, aku lagi
terburu-buru nih”
“iya nggak apa-apa, saya permisi
dulu” kata Kak Luna, dan meraba-raba tanah mencari tongkat hitamnya. Orang yang
menabraknya tadipun mengambilkan tongkatnya.
“Nih tongkatmu!” kata orang yang
menabraknya tadi
“Makasih” kata Kak Luna. Kak Lunapun
berjalan sambil mengarahkan tongkatnya ke jalan sebagai petunjuk jalannya dan
agar dia tidak menabrak sesuatu
“Eh.. tunggu kamu mau kemana?” Kata
orang tadi, dia baru menyadari bahwa Kak Luna buta.
“Mau nonton film sama anak-anak
panti asuhan, kamu tertarik?” kata Kak Luna sambil menoleh kebelakang. Diapun
mengangguk tapi sadar anggukanya tidak akan terlihat oleh Kak Luna
“kalau boleh” ucapnya. Kak Lunapun
menggangguk dan mereka berjalan menuju panti asuhan
“Ngomong-ngomong aku belum tau
namamu?” tanya Orang yang menbraknya tadi “namaku nial” merekapun sampai
disebuah ruangan yang berisikan sekitar 20 anak yatimpiatu. Setelah mereka tau
Kak Luna sudah datang mereka langsung berlari untuk memeluk Kak Luna. Karena
sadar ucapan Nial nggak digubris Kak Luna, Nialpun manyun
Seorang anak bertanya dengan logat
inggris*anak yatim disini orang inggris, untuk mempermudah pembicaraan pakek
bahasa indonesia aja ya?* “hahahaha, wajah kakak ini manyun lucu! Siapanya kak
Luna?”
“ Tadi Kakak ketemu dia didepan
namanya Nial” kata Kak Luna, ternyata kak luna tadi mendengar ucapan Nial “Kamu
sudah tau namaku kan? Namaku Luna” kata kak Luna untuk Nial
“Ayo kak kita nonton Film” tarik
seorang anak
Kak Lunapun mengikuti mereka,
setelang ibu panti menyalakan LCD dan lampu dimatikan semuanyapun diam, mereka
asyik menoton film yang berjudul UP. Nial
bingung melihat Luna tersenyum melihat film itu, padahal dia tau kalau Luna nggak
bisa melihat
“Nial juga orang Indonesia?” tannya
Luna dengan suara pelan disebelah Nial
“aku orang Bandung, aku kesini buat
Belajar” kata Nial masih tetap memandangi Luna. Luna, nama yang bagus kulitnya
putih dan raut wajahnya tegas. Batin Nial
“aku nggak tannya kenapa kamu
kesini” kata Luna sambil menoleh ketempat suara nial tadi terdengar
Heh? Kok tiba-tiba jutek? Batin nial
“ya akukan Cuma bilang gitu, emang nggak Boleh?”
“hahahaha aku Cuma bercanda nial!”
kata Luna sambil tertawa, suaranya lembut sekali ditelinga Nial
“Lun, kamu kenapa datang kesini?”
tanya Nial
“Aku menemani adikku belajar disini,
dan tentu tujuan pertamaku adalah untuk berobat” kata Luna, Nial melihat senyum
Luna, tapi itu bukan senyum seperti seyumannya tadi, itu senyum terpaksa “tapi,
bagiku aku sudah sangat beruntung sekarang, walau aku nggak bisa melihat, tapi
aku masih bisa merasakan kebahagiaan dengan mendengar suara orang yang berada
disekitarku”
Gadis tegar batin Nial lagi. Nial
pun berniat mengenal lebih dalam cewek yang ada disampingnya ini “udah dapat
kemajuan dari pengobatmu disini?”
Lunapun menceritakan tentang
pengobatannya, pembicaraanpun terus berlanjunt saampai film yang diputar habis.
Sekarang Nial sedikit mengerti kehidupan Luna ....
Di
Kampus Risa
Risa sedang memandangi buku setebal
novel Harry Potter sambil ditemani secangkir vanila late, tasnya tergeletak diatas rumput hijau, rambut
panjangnya yang tergerai mengikuti arah angin yang menderanya, kacamata minus menghiasi kedua mata gadis pintar
ini. Pohon besar melindungi kepalanya dari sinar matahari, dari balik pohon itu
terlihat seorang mahasiswa yang sedang tersenyum, sesekali dia menoleh kearah
Risa. Kemudian dia mendekati Risa sambil mengendap-ngendap, tagannya yang besar
menutupi kacamata Risa
“Zayn!!! Mulai deh! Nggak bisa ya
kamu nggak ngagetin aku? Aku lagi belajar tau!” kata Risa sambil melepaskan
tangan Zayn dari kacamatanya.
“Kamu itu! Aku udah bela-belain
nyusul kamu ke Inggris, eh kamunya malah nggak sempet merhatiin aku” kata Zayn
“Salah Kamunya sendiri! Kamukan udah
diterima di ITB kok malah milih kesini! Biaya disini lebih mahal!” kata Risa
sambil tetap mengarahkan pandangannya keBuku
“Lha? Kamu sendiri?” kata zayn
sambil memandangi Risa
“dapet beasiswa itu beda sama bayar
sendiri!” ucap Risa
“yang penting ada kamu semuanya
nggak akan memberatkanku” kata zayn sambil menggemgam tangan Risa dan bersandar
dibawah pohon dengan mata terpejam. Karena kelakuan zayn yang tiba-tiba Risa
jadi mengalihkan pandagan dari buku dan menatap Zayn yang sedang terpejam,
seyuman manis bertengger di wajah cantik Risa, kemudian Risa meneruskan membaca
buku dengan tangan kanannya yang digenggam zayn.
Nial mengantar Luna ke dokter,
karena tadi tiba-tiba dokter harry menelepon Luna. Sesampainya dirumah sakit
tempat dokter Harry praktek, Nial dan Luna berjalan menuju ruangannya, didalam
ruangan tersebut telah duduk seorang dokter muda dengan rambut keriting.
Setelah mempersilakan duduk dan sedikit berbasa-basi, Dokter Harry yang asli
Inggris ini tersenyum manis kearah Luna yang membuat perasaan Nial tiba-tiba
aneh
“Kabar baik Lun, kamu udah memiliki
donor mata, mungkin minggu depan kamu akan melakukan operasi” kata Dokter Harry
dengan senyuman yang lebar
“Benarkah dok?” kata Luna tak
percaya, selama dua tahun berada diInggris dia baru sekali ini menerima kabar
baik. Nial menoleh kearah Luna, sekarang butira-butiran air mata membasai pipi
gadis itu
“Buat apa saya bohong? Saya seorang
Dokter, dan seorang dokter nggak boleh membohongi pasienya” ucap Dokter Harry
“ok, untuk keterangan lebih lanjut nanti dari pihak rumah sakit akan
menghubungi kamu”
“Terima kasih dok, saya permisi
dulu” kata Luna sambil menghapus air matanya
Setelah Luna Berdiri dan berjalan dituntun
Nial kearah pintu, dokter Harry kembali bicara “Saya akan berusaha untuk
membuatmu kembali melihat dunia ini”
“Maaf dok, tapi dengan keadaan saya
yang seperti ini bukan berarti saya tidak mampu melihat dunia ini , saya dapat
melihat dunia ini melalui perasaan orang disekitar saya” kata Luna menoleh
“ok-ok saya minta maaf, bukan maksud
saya untuk menyinggung kamu, saya hanya terlalu senang karena gadis baik
seperti kamu telah mendapat donor mata” ucap dokter Harry
“saya juga tidak bermaksud menyingung
dokter hebat seperti anda dok, saya permisi dulu” kata Luna berjalan keluar
dari ruangan dokter itu. Nial yang sedari tadi hanya mendengarkan merasakan
sebuah perasaan yang nggak biasa antara dokter dan pasien ini
Nial menyetir dalam diam, diliriknya
gadis yang baru dikenarnya sehari, dia sedang menatap kosong, kacamata hitamnya
digengam tangan kirinya
“Kamu kenapa? Kenapa tiba-tiba jadi
diam” kata Luna sambil tetap memandang kedepan
“aku nggak apa-apa, aku hanya merasa
aneh dengan hubungan mu dengan si dokter harry tadi” kata Nial nggak sengaja
mengatakan perasaan yang sedari tadi mengganggunya
“kenapa nada bicaramu seperti orang
cemburu Nial?” kata Luna menoleh kearah suara Nial “Aku dan dokter Harry adalah
seorang dokter dan pasien, aku juga menganggap dokter harry sebagai Sahabat
karena dia termasuk orang yang selalu membantuku dan selalu memberiku semangat”
“Kalau aku kamu anggap apa?” tanya
Nial sambil tetap menyetir
“Orang lewat” kata Luna
“Cuma orang lewat?” kata nial nggak
percaya
“Orang lewat yang nabrak aku, nonton
film bareng aku, nganterin aku ke
rumahsakit, dan yang sok kenal- sok deket sama aku” kata Luna
“Heh??” Nial mengalihkan
pandangannya dari jalan dan menoleh ke arah Luna nggak percaya
“ kamu itu ya! Nggak bisa diajak
bercanda ya?” kata Luna sambil tertwa
“kamu kalau bercanda kayak orang
serius! Mana bisa aku bedain saat kamu bercanda atau serius. Terus apa jawaban
sebenarnya?”
“Perlukah aku jawab?” kata Kak Luna
“Yaudah terserah kamu, Asal kamu tau
ya, kamu itu cewek yang tiba-tiba datang dikehidupanku dan membuatku selalu
ingin mengenalmu, dan saat kamu akrab dengan dokter tadi ada perasaan nggak
enak menghampiriku”
“ Maksud kamu apa Nial?” tanya Luna
heran
“Aku nggak mengerti Lun, aku juga
bingung. Bisakah kamu membantuku buat mengetahui kenapa aku seperti itu” kata
Nial, Mobil Nial telah memasuku komplek perumahan Luna. Pembicaraan merekapun
Berhenti. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing
Setelah sampai dirumah Luna,
terdengar suara ribut dari dalam ruang tamu, ternyata adiknya, Risa sedang
belajar tapi diganggu oleh Zayn, Louis, dan Liam. Luna mengenali suara mereka
bertiga.
“Lho kak Luna? Kok sama kak Nial?”
tanya Zayn. Ternyata Zayn, Liam, louis, dan Risa adalah junior Nial dikampus
“Kalian sudah kenal rupanya, tadi
Nial nganter Kak Luna ke rumah sakit” ucap kak Luna
“Emang kakak kenapa?” kata Risa,
raut wajah khawatir menghiasi wajahnya
“Ris, kakak dapat donor mata” kata
kak Luna sambil menahan air matanya jatuh, seketika Risa berdiri dan memeluk
erat kakak satu-satunya itu. Louis dan Liam yang orang inggris asli tidak
mengerti apa yang sedang terjadi, akhirnya Zayn lah yang menjadi penerjemah
buat mereka
“Makasih ya kak Nial Udah nganterin
kak luna” ucap Risa untuk kak Nial” kak, Risa telpon ayah-ibu ya?” kata Risa
bersemangat
“Nggak usah biar kakak aja yang
telpon, kamu lanjutin belajar aja!” kata Luna sambil berlalu ke ruang tengah
diikuti Nial. Dari ruang tengah terdengar suara zayn, louis dan liam menyanyi*lho
katanya belajar*
You're
insecure
Don't know what for
You're turning heads when you walk through the door
Don't need make up
To cover up
Being the way that you are is enough
Everyone else in the room can see it
Everyone else but you
Baby you light up my world like nobody else
The way that you flip your hair gets me overwhelmed
But when you smile at the ground it aint hard to tell
You don't know
You don't know you're beautiful
Don't know what for
You're turning heads when you walk through the door
Don't need make up
To cover up
Being the way that you are is enough
Everyone else in the room can see it
Everyone else but you
Baby you light up my world like nobody else
The way that you flip your hair gets me overwhelmed
But when you smile at the ground it aint hard to tell
You don't know
You don't know you're beautiful
Setelah Luna selesai menelepon
orangtuanya, Luna kembali keruang tamu. Nial melihat Risa yang bingung
mendengar suara 3sahabatnya, tangan kanan-kirinya menutupi telinga
kanan-kirinya.
“kak Lun! Usir 3 orang ini kak!”
rengeng Risa sambil berteriak*Inggris*
“lho kak kita kan Cuma menghibur
Risa yang kerjaannya cuma belajar terus” kata Liam dengan bahasa
inggrisnya*tapi ucapannya kuutulis bahasa indo*
“Maksud mereka baik Ris” ucap kak
Luna sambil menahan tawa*Inggris*
“Tuhkan kakak ipar aja mengijinkan”
kata zayn dengan bahasa inggris supaya 2 temanya mengerti
“Siapa yang kakak ipar? Oh ternyata
kalian sudah jadian, kenapa nggak bilang sama kakak Ris?” kata kak Luna*Inggris*
“Nggak! Risa nggak jadian sama Zayn”
kata Risa, tapi muka risa berubah jadi merah karena malu*Inggris*
“Lho belum jadian! Kak Nial kira
udah, kalian dikampus mesra banget sih” ucap Nial*Inggris*
“tau tuh! Mereka berdua! Udah tau
saling suka tapi nggak jadian” ucap Louis*Inggris*
“Udah-udah urusan mereka jangan
diikut campuri, biar mereka yang nentuin” ucap kak Luna*Inggris*
“Kalau aku nembak kamu sekarang
gimana Ris?”kata Zayn*Inggris*
“apaan sih Zayn!! Dasar Monyet!”
kata Risa sambil melempar bantal ke arah zayn. Semuanya tertawa, kecuali Kak
Luna yang hanya tersenyum mendengar tawa teman-teman adiknya itu.
Esoknya
Luna keluar kamar dengan wajah bingung, dia mendengar tawa adiknya dengan
seorang pria, dia tidak yakin dengan pikiranya, karena pikiranya berfikir pria
itu adalah Nial.
“Ada
siapa Ris?” tanya Luna
“Nah
itu dia kak Luna! Risa berangkat dulu ya kak!” kata Risa mengambil tasnya dan
beberapa bukunya”Kak Luna temenin Kak Nial ya?” Kemudian Risa keluar rumah
untuk berangkat Kuliah pagi.
“kenapa
kamu pagi-pagi udah kesini?” tanya Luna
“Aku
tadi dicall sama Risa disuruh kemari, katanya kamu sendirian” jawab Nial
“Oh,
tapi perasan kemarin Risa bilang nggak ada jadwal kuliah hari ini” ucap Luna,
tiba-tiba Luna merasa Keki berada dideket Nial. Suasananya pun menjadi kaku,
nggak ada yang saling bicara.
Tik..
Tik..Tik... Suara Gerimis tiba-tiba terdengar dari luar rumah Luna, maklum
sekarangkan Mendekati musim dingin.
“Dulu
aku sering main Hujan sama Risa waktu diIndonesia, tentu waktu aku masih bisa
melihat” ucap Luna tanpa menoleh. Nial menoleh tanpa mengucap apa-apa, dia
ingin mendengar kelanjutan Cerita Luna
“Waktu
itu aku sedang bermain hujan dengan Risa, kami bermain bola sambil
ketawa-ketiwi. Tiba-tiba tendanganku terlalu kuat sampai-sampai bolanya
melambung ke tengah jalan, karena jalanan sepi aku mengambilnya,tapi Sebuah
sepeda motor menyerempetku, Risa berhasil menariku, kitapun selamat” ucap Luna
“Sipengendara turun dan meminta maaf kepadaku, tapi waktu aku akan
mengahampirinya aku tersandung batu dan terjatuh dengan posisi kepalaku yang menghantam tanah dulu, aku pingsan dan
sipengendara yang terkejut langsung mengendongku masuk keRumah, sedangkan Risa
hanya berdiri dibawah guyuran Hujan sambil berteriak “Kakak!”
“Jadi
ternyata dulu kamu masih sempat melihat?”tanya Nial
“Tentunya
sebelum peristiwa itu terjadi. Setelah sipengendara mengantarku aku langsung
dibawa kerumah sakit dan pingsan selama beberapa hari, setelah aku membuka mata
yang kulihat hanyalah warna Hitam......, nggak ada cahaya sedikitpun yang bisa
kulihat” ucap Luna melanjutkan ceritanya
“Apa
Kamu sekarang jadi phobia dengan hujan?”
tanya Nial
Luna
menoleh kearah suara Nial” Hahhahahhaha... aku nggak phobia dengan Hujan,
takutpun nggak” kata Luna sambil tertawa
“Oh
syukurlah...ayo ikut aku!” kata Nial sambil menarik tangan Luna keluar
“Mau
kemana?” tannya Luna, dia mulai merasa ada tetes-tetes hujan yang jatuh
dikepalanya. Kemudian Nial meninggalkan Luna ditengah hujan, dia menyalakan
sebuah lagu dari Hpnya dengan volume paling tinggi dan meletakannya ditempat
yang teduh, kemudian dia berlari mendekati Luna
“Ngapain
sih kamu?”tanya Luna bingung, bajunya kini telah basah dengan guyuran hujan
“Ssstt!
Diam aja kamu ikuti suara lagu itu ya? Kamu bisa dengarkan?”
“iya,
tapi kita mau apa?” tanya luna masih kebingungan, tiba-tiba nial menggengam
tangan kiri Luna, dan mengarahkan tangan kanan Luna kepundaknya, sedangkan
tangan kananya memegang pinggul Luna. Luna tetap bingung tapi menurut saja
dengan kelakuan Nial ini, dia merasa nyaman. Lagu yang lembutpun mengalur
menghiasi acara dansa mereka*ya, walaupun suaranya agak nggak kedengaran*
Now that you can't
have me
You suddenly want me
Now that I'm with somebody else
You tell me you love me
I slept on your doorstep
Begging for one chance
Now that I finally moved on
You say that you missed me all along
Who do you think you are
Who do you think I am
You only loved to see me breaking
You only want me cause I'm taken
You don't really want my heart
No, you just like to know you can
Still be the one who gets it breaking
You only want me when I'm taken
You're messing with my head
Girl that's what you do best
Saying there's nothing you won't do
To get me to say yes
You're impossible to resist
But I wouldn't bet your heart on it
It's like I'm finally awake
And you're just a beautiful mistake
Who do you think you are
Who do you think I am
You only loved to see me breaking
You only want me cause I'm taken
You don't really want my heart
No, you just like to know you can
Still be the one who gets it breaking
You only want me when i'm taken
You suddenly want me
Now that I'm with somebody else
You tell me you love me
I slept on your doorstep
Begging for one chance
Now that I finally moved on
You say that you missed me all along
Who do you think you are
Who do you think I am
You only loved to see me breaking
You only want me cause I'm taken
You don't really want my heart
No, you just like to know you can
Still be the one who gets it breaking
You only want me when I'm taken
You're messing with my head
Girl that's what you do best
Saying there's nothing you won't do
To get me to say yes
You're impossible to resist
But I wouldn't bet your heart on it
It's like I'm finally awake
And you're just a beautiful mistake
Who do you think you are
Who do you think I am
You only loved to see me breaking
You only want me cause I'm taken
You don't really want my heart
No, you just like to know you can
Still be the one who gets it breaking
You only want me when i'm taken
Acara mereka berhenti ketika
tiba-tiba Zayn, Risa, Liam, Louis keluar dari mobil. Mereka bingung melihat
Luna dan Nial. Tapi tiba-tiba tangan Zayn menggandeng Risa kedekat Kakaknya dan
mualai berdansa dengan Risa. Nialpun mengajak Luna melanjutkan dansa mereka.
Liam yang bingung harus berbuat apa malah ditarik Louis untuk berdansa, tapi
yang mereka lakukan bukan berdansa tapi Nari poco-poco
*hahahhaha emang mereka tau tari poco-poco?*. Risa dan Zaynpun melihat mereka
sambil tetap berdansa dengan tertawa. Sedangkan Nial dan Luna tidak mengubris 4
makhluk yang mengganggu acara mereka. Hujan masih saja tetap turun, hujan nggak
peduli apakah 6 orang itu akan sakit bila tidak segera menghentikan acara
hujan-hujanan itu.
5 hari setelah acara hujan-hujan itupun berlalu, Sekarang Nial, Zayn, Risa, Liam, dan Luois sedang berada di ruang tunggu sebuah rumah sakit terkenal di Inggris. Kak Luna sedang menjalani operasi matanya. Wajah khawatir menghiasi wajah-wajah mereka, terutama Risa. Risa sedang duduk disebelah Zayn, tangan kirinya digenggam zayn untuk memberinya semangat. 5 jam telah berlalu, akhirnya dokter harry keluar dengan tersenyum, ternyata operasi kak Luna berjalan dengan baik. Risapun tak dapat menahan tangis harunya, tapi dokter Hary mengingatkan perban mata Luna akan dilepas 1 minggu kemudian. 5 orang itupun menjabat tangan dokter Harry sambil berterima kasih.
5 hari setelah acara hujan-hujan itupun berlalu, Sekarang Nial, Zayn, Risa, Liam, dan Luois sedang berada di ruang tunggu sebuah rumah sakit terkenal di Inggris. Kak Luna sedang menjalani operasi matanya. Wajah khawatir menghiasi wajah-wajah mereka, terutama Risa. Risa sedang duduk disebelah Zayn, tangan kirinya digenggam zayn untuk memberinya semangat. 5 jam telah berlalu, akhirnya dokter harry keluar dengan tersenyum, ternyata operasi kak Luna berjalan dengan baik. Risapun tak dapat menahan tangis harunya, tapi dokter Hary mengingatkan perban mata Luna akan dilepas 1 minggu kemudian. 5 orang itupun menjabat tangan dokter Harry sambil berterima kasih.
Keadaan kak Luna terus membaik
berlanjut sampai hari pelepasan perbannya. Risa setia menunggu kakaknya itu,
orang tua mereka baru datang sehari setelah operasi Luna, ternyata hari
pemberangkatan mereka ditunda dua hari karena cuaca diInggris tidak terlalu
baik. Hari yang ditunggu-tunggu
merekapun tiba hari ini dokter Harry dan beberapa suster bersiap melepas
perban Luna. Zayn, Risa, Nial, Liam, Louis, dan kedua ortu Luna juga harap-harap
camas akan kesembuhan mata Luna. Sebelum Dokter Harry melepas perban Luna dia
berbisik ketelinga Luna
“Luna, aku tau perasaan Nial
terhadap mu, aku juga tau perasaanmu terhadapnya. Akan kucoba melepasmu.
Pernyataan cinta yang kusampaikan tahun kemarin yang kamu tolak adalah pertanda
kalau kamu tidak memiliki perasaan yang sama terhadapku, maybe it’s my
mistake for not making you love me more
than I love you” ucap dokter harry*inggris*. Setelah berucap begitu Dokter
harry melepas perban Luna dengan perlahan-lahan. Setelah perban dilepas
sempurna dokter harry menyuruh Luna membuka matanya dengan perlahan-lahan.
Lunapun menuruti perintah dokter harry, awalnya dia melihat seberkas cahaya
yang lama lama mulai...... meredup, cahaya itu digantikan dengan suasana hitam
yang biasa Luna lihat. Mulut Luna tersenyum. Melihat senyuman kakaknya itu Risa
bertanya
“Kakak bisa melihat lagi?” tanya
Risa
“Maafkan kak Luna Ris, kak Luna
masih tidak bisa melihat apa-apa” kata kak Luna sambil menunduk, senyumanya
yang tadi hilang
“Kakak bohong kan?” kata Risa tak
percaya
“kakak nggak bohong ris” kata Luna
dengan muka yang masih tertunduk
“Dokter tolong periksa kakak saya!
Dia pasti sedang berbohong” ucap Risa*inggris* masih tetap nggak percaya, yang
lain hanya memasang raut wajah cemas. Nial langsung menghampiri Luna dan berada
disisi kanan Luna. Setelah dokter Harry memeriksa berulang kali, jawabanya
tetap sama dengan yang dikatakan Luna. Dokter Harrypun dengan wajah menyesal
menggeleng kepada risa. Tangis Risapun pecah, sambil dipeluk Zayn Risa
menangis. Ibu Luna pun nggak kalah histeris, sampai sampai ayah luna membawa
istrinya keluar untuk menenangkanya. Liam dan Louis hanya tertunduk dengan raut
wajah mengisaratkan kalau mereka juga turut sedih. Nial memeluk Luna, berusaha untuk
menguatkannya, tapi dengan perlakuan Nial itu Luna tambah menangis tanpa suara,
merasa punggungnya basah, Nial melepaskan Pelukannya, dia memegang bahu Luna
dan berkata
“Dulu kamukan yang bilang, tanpa
melihat kamu masih bisa merasakan indahnya dunia, tapi kenapa sekarang kamu
menangis, ini bukan Luna yang aku kenal” ucap nial sambil menghapus air mata
Luna “Gadis yang yang kucintai nggak akan menangis gara-gara hal ini, gadis
yang kucintai akan terus berjuang untuk mencapai keinginanya” ucap nial
Luna yang tadi menangis mendengar
ucapan Nial jadi terdiam. Harry, Risa, Zayn, Liam, dan Louis pun termenung
mendengar ucapan Nial
.
“Tapi apa yang membuatmu sampai mencintai aku?” tanya Luna
“Cintaku nggak butuh alasan” ucap
Nial kemudian memeluk Luna, Luna sekarang menagis, tapi bukan tangisan sedih
melainkan tangis haru. Risapun tersenyum melihat kakaknya itu, dia menoleh ke
arah Zayn, Zayn sedang tersenyum memandanginya. Dokter Harrypun mencoba
tersenyum merelakan. Louis dan Liampun berjanji bada diri mereka masing masing
akan mencari pacar secepat-cepatnya, masak mereka kalah sama Zayn dan Nial?.
“Luna,.. kesempatanu untuk melihat masih
ada, jangan menyerah!” batin Dokter Harry untuk dirinya sendiri. Karena
dianggap sebagai obat nyamuk, akhirnya Dokter harry, Risa, Zayn, Louis, dan
Liam meninggalkan Luna dan Nial yang masih berpelukan. Mungkin Luna belum
mendapat pengeliatanya kembali, tapi dia mendapatkan seorang pria yang sangat
mencintainya.Mungkin ini bukan cerita yang berakhir Happy, tapi ini juga
bukan cerita yang berakhir Sad kok. Belum tentu Luna nggak akan
menemukan donor mata yang tepat lagi....masalahnya Cuma waktu....
By
Ihda Rasyada

Tidak ada komentar:
Posting Komentar